Matahari terbit di belakang gedung Capitol AS selama gelombang panas musim panas saat asap dari kebakaran hutan di Kanada memenuhi udara pada 17 Juli 2026 di Washington, DC.
Presiden Donald Trump mengancam akan meminta Kanada bertanggung jawab atas asap kebakaran hutan yang menyelimuti sebagian wilayah Amerika Serikat. Menurut laporan CNBC dan CTV News, Trump pada Jumat menyatakan biaya polusi lintas batas "harus" ditambahkan ke tarif yang sudah dikenakan Washington terhadap Kanada
Pernyataan itu muncul ketika asap dari hampir 900 kebakaran hutan di Kanada memicu peringatan kualitas udara bagi lebih dari 100 juta orang di 18 negara bagian serta Washington, D.C. Asap juga menyelimuti sejumlah kota besar, termasuk Chicago, New York, dan Washington.

Tekanan terhadap Ottawa tidak hanya datang dari Gedung Putih. Sejumlah politikus Partai Republik mulai mendorong langkah hukum dan sanksi dengan alasan Kanada dinilai gagal mengendalikan kebakaran hutan yang terus mengirimkan asap ke wilayah AS.

Senator Bernie Moreno dari Ohio mengumumkan akan mengajukan rancangan undang-undang bernama CANADA FIRE Act (Countering Atmospheric Nuisances Arising from Drifting Airborne Foreign Incendiary Residual Emissions Act) pada pekan depan.

RUU itu mengusulkan sanksi keuangan terhadap Kanada serta pembatasan visa bagi pejabat Kanada yang menangani mitigasi kebakaran hutan apabila terbukti tidak menjalankan upaya pengendalian secara memadai.

Empat anggota Kongres Republik dari Michigan—Jack Bergman, John James, Lisa McClain, dan John Moolenaar—juga mengirim surat kepada Perdana Menteri Mark Carney pada Rabu. Mereka menuduh Kanada melakukan "kelalaian yang terus-menerus" dan memperingatkan bahwa lembaga federal AS dapat mempertimbangkan "keterlibatan langsung dalam pengurangan bahan bakar lintas batas dan kapasitas pemadaman kebakaran".

"Tahun lalu kami diberitahu bahwa hal ini akan ditangani dengan segera. Ternyata tidak," tulis keempat legislator tersebut.

Desakan serupa datang dari anggota DPR AS lainnya. Perwakilan Tom Barrett mengusulkan agar Michigan menunda pembukaan Jembatan Gordie Howe hingga, menurutnya, "Kanada bertanggung jawab".

Administrator EPA Lee Zeldin turut mengkritik strategi pengendalian kebakaran hutan Kanada. Ia mendesak para pemimpin Kanada untuk "melakukan segala daya upaya demi memadamkan kebakaran ini secepat mungkin".

Namun penjelasan berbeda datang dari kalangan ilmuwan iklim. Mereka menilai kebakaran tersebut dipicu gelombang panas ekstrem yang mengeringkan kawasan hutan di Ontario dan Midwest.

Analisis Climate Central menunjukkan suhu di Ontario pada 13 Juli, saat kebakaran yang menjadi sumber utama kabut asap mulai berkobar, mencapai 25,2 derajat Fahrenheit di atas rata-rata.

"Suhu setinggi ini hampir mustahil terjadi pada 13 Juli di Ontario tanpa pengaruh perubahan iklim," ujar Kepala Meteorolog Climate Central, Shel Winkley.

Pemerintah Kanada menegaskan kedua negara selama ini bekerja sama dalam penanggulangan kebakaran hutan. Ottawa juga mengingatkan bahwa mereka mengirim petugas pemadam kebakaran untuk membantu memadamkan kebakaran di Los Angeles tahun lalu. Perdana Menteri Mark Carney mengatakan Kanada dan AS memiliki tanggung jawab bersama dalam menghadapi perubahan iklim.