![]() |
| Raffi Ahmad dan Nagita Slavina menghadiri pencatatan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) perusahaan mereka, PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS), di Bursa Efek Indonesia (BEI). |
PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) membantah tudingan yang beredar di media sosial bahwa perseroan dijadikan sarana pencucian uang menjelang penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Manajemen menegaskan kenaikan valuasi perusahaan didorong oleh pertumbuhan bisnis dan investasi yang masuk dalam beberapa tahun terakhir, bukan oleh praktik yang melanggar hukum.
Komisaris Utama RANS Darwin Cyril Noerhadi mengatakan tuduhan tersebut tidak memiliki dasar. Ia menjelaskan bahwa PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) telah menanamkan investasi senilai Rp248 miliar ke RANS pada 2021, ketika valuasi perseroan sudah berada di kisaran Rp1,3 triliun.
Menurut Cyril, peningkatan valuasi menjadi sekitar Rp2 triliun saat ini merupakan perkembangan yang wajar seiring pertumbuhan bisnis perusahaan.
"Peningkatan valuasi perusahaan didorong oleh kinerja bisnis serta investasi sebesar Rp248 miliar yang dikucurkan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) pada 2021," ujar Cyril dalam konferensi pers, Jumat (10/7).
RANS menetapkan harga IPO sebesar Rp170 per saham. Dengan harga tersebut, price-to-earnings ratio (PER) perseroan tercatat 28,33 kali, sedangkan price-to-book value (PBV) mencapai 5,03 kali.
Angka itu berada di atas rata-rata emiten sejenis. Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, PER tahunan industri yang menjadi pembanding RANS berada di kisaran 1,64 kali, sementara PBV sektornya sekitar 2,86 kali.
Cyril mengatakan proses IPO justru menjadi momentum bagi perusahaan untuk membuka kondisi perseroan secara transparan kepada publik. Seluruh tahapan penawaran umum, kata dia, telah dijalankan sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia.
RANS juga telah memenuhi ketentuan terbaru mengenai keterbukaan informasi bagi pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%, serta syarat minimum free float sebesar 15%.
Dalam aksi korporasi tersebut, perseroan melepas 2,52 miliar saham baru atau setara 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
"Seluruh persyaratan tersebut telah dipenuhi, termasuk keterbukaan informasi kepada publik dan jumlah saham yang diperdagangkan di bursa," kata Cyril.
Pada konferensi pers usai seremoni pencatatan saham RANS, Founder RANS Raffi Ahmad mengungkapkan pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam telah menjadi pemegang saham perseroan dengan kepemilikan di atas 1%.
Raffi menilai pengalaman Haji Isam di dunia usaha dan pasar modal menjadi nilai tambah bagi RANS. Kehadiran Haji Isam bersama investor lain, menurut dia, memperkuat kepercayaan pasar terhadap perseroan.
"Merupakan sebuah kehormatan bagi kami. Kehadiran Haji Isam bersama pengusaha dan investor lainnya yang memberikan kepercayaan kepada kami, menunjukkan bahwa RANS benar-benar serius dalam membangun perusahaan. Terima kasih," ujar Raffi.

0Komentar