![]() |
| Personel Penjaga Pantai Filipina mengibarkan bendera saat kapal patroli Penjaga Pantai Vietnam CSB-8002 singgah di Pelabuhan Manila. Foto: EPA-EFE |
Penjaga Pantai Filipina (PCG) menuduh kapal Penjaga Pantai China menembakkan meriam air ke kapal pemerintah Filipina di sekitar Scarborough Shoal, Jumat (24/7). Insiden tersebut menjadi konfrontasi ketiga antara kedua negara di Laut China Selatan dalam sepekan terakhir, di tengah meningkatnya ketegangan atas wilayah yang diperebutkan.
PCG menyebut sebuah kapal China berada sangat dekat dengan kapal perikanan Filipina di kawasan tersebut, dengan jarak sekitar 7 meter. Manuver itu dinilai menciptakan risiko tabrakan serius.
Juru bicara PCG Jay Tarriela mengecam tindakan kapal China yang disebutnya berbahaya dan tidak profesional. "PCG sangat mengutuk tindakan berbahaya dan tidak profesional dari Penjaga Pantai Tiongkok," kata Tarriela dalam sebuah pernyataan.
Menurut Tarriela, Scarborough Shoal merupakan wilayah penangkapan ikan tradisional bagi nelayan Filipina. Ia menegaskan hak aktivitas mereka di kawasan itu tidak dapat dibatasi oleh pihak asing.
Penjaga Pantai China memberikan versi berbeda mengenai kejadian tersebut. Pada Jumat, lembaga itu menyatakan telah menerapkan "langkah-langkah pengendalian" terhadap sejumlah kapal Filipina yang disebut beroperasi secara ilegal di perairan sekitar Scarborough Shoal.
Konfrontasi serupa terjadi sehari sebelumnya. Ketegangan di kawasan tersebut terus meningkat karena Scarborough Shoal menjadi salah satu titik paling sensitif dalam sengketa Laut China Selatan.
China telah lama mempertahankan keberadaannya di wilayah tersebut melalui pengerahan kapal penjaga pantai. Beijing mengklaim hampir seluruh wilayah Laut China Selatan sebagai bagian dari kedaulatannya, termasuk area yang berada dalam zona ekonomi eksklusif (ZEE) Brunei, Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Vietnam.
Serangkaian insiden di Scarborough Shoal terjadi setelah konfrontasi lain pada Senin (20/7) di Second Thomas Shoal, wilayah sengketa lain yang berjarak sekitar 650 kilometer.
Filipina mengatakan seorang pelautnya terluka setelah dipukul menggunakan tongkat oleh personel Penjaga Pantai China dalam insiden tersebut. Beijing membantah tuduhan itu dan menyatakan kapal Filipina mengabaikan peringatan serta berupaya menabrak kapal patroli China.
Perselisihan itu memicu aksi saling panggil duta besar antara Manila dan Beijing sebagai bentuk protes diplomatik.
Ketegangan terbaru muncul saat para menteri luar negeri Asia Tenggara menggelar pertemuan regional di Manila yang turut dihadiri Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio.
Dalam pertemuan tersebut, Rubio menyebut tindakan Beijing di Laut China Selatan sebagai "mengganggu". Ia juga kembali menegaskan dukungan AS terhadap Filipina sebagai sekutu perjanjian pertahanan.
Scarborough Shoal, yang oleh China disebut Pulau Huangyan, belum memiliki penetapan kedaulatan yang diakui semua pihak. Wilayah itu menjadi salah satu titik utama persaingan klaim antara Manila dan Beijing.
Pada 2016, keputusan arbitrase internasional atas gugatan Filipina menyatakan sebagian besar argumen Manila memiliki dasar hukum. Putusan tersebut juga menyebut blokade China terhadap aktivitas Filipina di Scarborough Shoal melanggar hukum internasional.
China menolak mengakui keputusan arbitrase tersebut.

0Komentar