stasiun pemancar atau antena seluler jenis Interleaved Passive Active Antenna (IPAA) besutan Nokia. Foto ini diambil saat peluncuran global pertamanya di jaringan milik operator TPG Telecom yang berlokasi di Brisbane, Australia. | NOKIA
Nokia dan Indosat Ooredoo Hutchison resmi mengumumkan kemitraan strategis untuk memodernisasi jaringan seluler nasional Indonesia menggunakan teknologi Radio Access Network (RAN) generasi kelima yang terintegrasi kecerdasan buatan. NVIDIA turut masuk dalam kolaborasi ini untuk mengembangkan kemampuan AI pada infrastruktur jaringan secara paralel dengan proses penerapannya.

Dalam tiga setengah tahun ke depan, Nokia akan menggelar 5G pita rendah di seluruh jaringan Indosat dan 5G pita menengah yang mencakup sekitar 80% jaringan tersebut. Produsen peralatan asal Finlandia ini menyuplai keluarga radio Habrok dan Pandion terbaru, baseband Levante, sistem RAN terpusat, serta platform manajemen dan otomasi jaringan.

Kesepakatan ini bukan titik awal dari hubungan ketiga perusahaan. Pada ajang Mobile World Congress di Barcelona, Maret 2026, Indosat, Nokia, dan NVIDIA berhasil menyelesaikan panggilan 5G Layer 3 bertenaga AI pertama di Asia Tenggara, dengan menjalankan beban kerja AI dan RAN pada infrastruktur GPU yang sama. Uji coba lapangan di Indonesia dijadwalkan berlangsung pada akhir 2026.

Vikram Sinha, Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, menegaskan arah yang ingin dicapai lewat kemitraan ini. "Bersama Nokia dan NVIDIA, kami membangun fondasi jaringan yang andal dan siap menghadapi era AI, yang akan meningkatkan konektivitas sekaligus menciptakan pengalaman digital yang lebih mulus bagi setiap pelanggan," katanya.

Peran NVIDIA berpusat pada platform komputasi terakselerasi dan teknologi AI Aerial miliknya, yang memungkinkan inferensi AI dan beban kerja RAN berjalan pada perangkat keras yang sama. Ketiganya juga telah membuka AI-RAN Research Centre di Surabaya pada akhir 2025 sebagai fasilitas uji untuk mengintegrasikan kemampuan tersebut ke dalam jaringan nyata.

Perjanjian baru ini memperluas hubungan Nokia dan Indosat yang sebelumnya sudah diikat lewat kesepakatan dua tahun pada Desember 2024 untuk ekspansi 4G dan 5G. Ruang lingkupnya kini jauh lebih luas, memposisikan jaringan bukan sekadar infrastruktur konektivitas, melainkan platform untuk layanan AI terdistribusi.

Konsep "AI Grid" yang digagas Indosat menghubungkan pusat AI terpusat dengan node 5G yang tersebar, agar kecerdasan komputasi bisa hadir lebih dekat ke pengguna. Aplikasinya mencakup layanan pemerintahan, kesehatan, pendidikan, hingga pertanian.

Ronnie Vasishta, Senior Vice President of Telecommunications di NVIDIA, menyebut kolaborasi ini sebagai contoh konkret transformasi jaringan. "Indosat dan Nokia sedang menunjukkan seperti apa jadinya ketika jaringan 5G menjadi platform kecerdasan," ujarnya.