![]() |
| dampak serangan udara intensif di wilayah Lebanon. | REUTERS |
Militer Israel memperluas radius operasinya di Lebanon selatan dengan memerintahkan evakuasi total Kota Tyre, yang kini turut menyasar kawasan pemukiman Kristen untuk pertama kalinya. Langkah agresif ini memaksa warga melarikan diri menyusul ancaman serangan udara baru yang ditargetkan pada basis-basis Hizbullah.
Kawasan Kristen di salah satu pusat populasi terbesar Lebanon selatan tersebut dilaporkan langsung sepi dan hampir kosong dari penghuni tak lama setelah perintah keluar. Laporan koresponden AFP menunjukkan arus lalu lintas padat memenuhi jalan-jalan utama ketika warga berbondong-bondong menyelamatkan diri ke arah utara.
Maklumat pengosongan kota ini disampaikan langsung oleh juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, dalam bahasa Arab. Ia mendesak seluruh penduduk Kota Tyre beserta kamp-kamp pengungsian di sekitarnya untuk segera berpindah ke wilayah utara Sungai Zahrani. Israel berdalih tindakan keras ini terpaksa diambil lantaran Hizbullah melanggar perjanjian gencatan senjata.
"Keberadaan Anda di dekat anggota, fasilitas, atau perlengkapan tempur Hizbullah membahayakan nyawa Anda," ujar Adraee. Ia menegaskan bahwa Pasukan Pertahanan Israel kini terpaksa bertindak melawan kelompok tersebut dengan kekuatan penuh.
Ketegangan di Tyre mencuat tepat sehari setelah Iran dan Israel menghentikan aksi saling serang menyusul desakan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Lewat laporan Reuters, Iran menyatakan bersedia menangguhkan operasi militernya, namun memperingatkan akan kembali menyerang jika Israel terus melakukan tindakan agresif dan bermusuhan di Lebanon.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membenarkan bahwa gempuran terhadap Iran dihentikan sementara. Meski demikian, Netanyahu menegaskan bahwa operasi militer untuk menumpas Hizbullah di Lebanon akan terus berjalan tanpa kompromi.
Editor Internasional BBC Jeremy Bowen menilai instruksi evakuasi di Tyre membawa pesan politis dan militer yang kuat dari Tel Aviv. Menurutnya, peringatan tersebut memiliki bobot yang cukup besar untuk menunjukkan posisi tawar Israel di wilayah selatan.
"Meskipun Donald Trump mungkin telah membatasi serangan lebih lanjut ke Beirut, Israel masih memiliki kemampuan untuk melancarkan pukulan telak di Lebanon selatan," tulis Bowen.
Sejak eskalasi pertempuran kembali pecah pada Maret lalu, Israel secara bertahap terus memperluas cakupan perintah evakuasinya di Tyre. Rentetan serangan udara yang intensif ini memicu krisis kemanusiaan terparah dalam sejarah Lebanon, dengan lebih dari satu juta orang kini telantar menjadi pengungsi di berbagai wilayah.
Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan dampak fatal dari konfrontasi ini telah menelan sedikitnya 3.213 korban jiwa dan menyebabkan 9.737 orang terluka. Peringatan tegas dari Iran bahwa setiap gencatan senjata yang lebih luas mutlak harus mencakup penghentian pertempuran di Lebanon menegaskan betapa rumitnya upaya de-eskalasi di tengah gempuran Israel yang masih terus berlangsung.
0Komentar