![]() |
| Boeing 777F (freighter) yang dioperasikan oleh China Southern Cargo. |
China Southern Air Logistics memesan tujuh pesawat kargo dari Boeing dalam kesepakatan senilai US$3,62 miliar. Transaksi ini menjadi sinyal kuat kembalinya produsen pesawat asal Amerika Serikat tersebut ke pasar China, sekaligus menjadi langkah besar bagi Boeing dalam upaya memulihkan posisi bisnisnya di sana.
Kesepakatan tersebut mencakup pengadaan dua unit 777F dan lima unit 777-8F generasi terbaru. Perusahaan juga memegang opsi pembelian tiga unit 777-8F tambahan yang jika direalisasikan akan mendorong total nilai transaksi menjadi US$5,24 miliar berdasarkan harga daftar.
Rincian ini terungkap melalui pengajuan perusahaan pada Jumat lalu, meski transaksi ini masih memerlukan persetujuan pemegang saham dan otoritas berwenang China agar bisa berjalan efektif.
Posisi Boeing di China sempat terpuruk dalam beberapa tahun terakhir. Kontribusi pesanan dari maskapai China yang dulunya mencapai 25% dari total order book global Boeing menyusut tajam hingga tersisa 2%.
Ketegangan geopolitik, sengketa perdagangan yang berkepanjangan, serta pembekuan operasi 737 Max menjadi penyebab utama penurunan tersebut. Situasi memburuk ketika pada April 2025, Beijing menginstruksikan maskapai domestik untuk menghentikan penerimaan pesawat dari pabrikan AS tersebut.
Hubungan kedua pihak mulai mencair awal 2026. Bloomberg sempat melaporkan rencana kesepakatan hingga 500 unit 737 Max yang diproyeksikan bertepatan dengan pertemuan puncak antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping.
Pada Mei, Trump mengonfirmasi bahwa China setuju membeli 200 pesawat Boeing, pembelian terbesar negara itu dalam hampir satu dekade.
China Southern Air Logistics, entitas kargo yang dikendalikan China Southern dengan kepemilikan saham 55%, kini menjadi pihak kunci dalam upaya ekspansi ini. Langkah tersebut selaras dengan ambisi perusahaan memperkuat operasional kargo, yang sebelumnya ditunjukkan lewat penandatanganan nota kesepahaman strategis dengan FedEx pada awal Juni lalu. Kemitraan itu mencakup koordinasi rute, berbagi ruang kargo, hingga sinkronisasi sumber daya armada.
Fokus teknis dari pemesanan ini tertuju pada 777-8F. Pesawat yang diperkenalkan Boeing pada 2022 ini dirancang memiliki kapasitas muatan struktural hingga 130 ton dengan peningkatan efisiensi bahan bakar sebesar 25% dibandingkan model kargo lama. Armada baru tersebut diperkirakan mulai melayani operasional penerbangan pada 2028.
0Komentar