![]() |
| Petugas penyelamat yang sedang mencari korban selamat di reruntuhan bangunan akibat gempa bumi ganda bermagnitudo 7,2 dan 7,5 yang melanda Venezuela pada 24 Juni 2026. | AFP/JUAN BARETO |
Dua gempa bumi besar yang mengguncang Venezuela dalam selang waktu kurang dari semenit memantik respons internasional cepat, termasuk dari Amerika Serikat yang selama ini memberlakukan sanksi ketat terhadap Caracas.
Gempa pertama berkekuatan 7,2 melanda kawasan San Felipe di negara bagian Yaracuy pada Rabu malam, 24 Juni, sekitar pukul 18.04 waktu setempat. Tiga puluh sembilan detik kemudian, gempa susulan berkekuatan 7,5 menyusul, menjadikannya yang terkuat dalam lebih dari 125 tahun terakhir di negara itu.
Para ilmuwan menyebut fenomena ini sebagai doublet, peristiwa langka ketika dua patahan besar pada segmen sesar yang berdekatan pecah hampir bersamaan.
Gempa kembar yang langka
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mengeluarkan peringatan merah yang jarang diterbitkan, dengan memperkirakan kemungkinan 44% bahwa korban jiwa bisa mencapai antara 10.000 hingga 100.000 orang.
Ketua Majelis Nasional Jorge Rodríguez mengonfirmasi pada Kamis bahwa setidaknya 188 orang telah dinyatakan tewas. Lebih dari 200 orang masih terjebak di bawah reruntuhan, 157 orang dilaporkan hilang, dan lebih dari 1.520 orang telah menjalani perawatan di rumah sakit.
![]() |
| Tim penyelamat mengevakuasi seorang korban menggunakan tandu dari bangunan yang runtuh setelah gempa bumi di Caracas. | AFP/JUAN BARETO |
Penjabat Presiden Delcy Rodríguez menyatakan keadaan darurat, menyebut 250 bangunan rusak atau hancur dan hampir 3.000 keluarga kehilangan tempat tinggal. Sementara situs pencarian orang hilang yang dibagikan pihak oposisi mencatat lebih dari 41.000 nama yang belum ditemukan hingga Kamis siang.
Bencana ini terjadi tepat pada hari kemerdekaan Venezuela, saat sebagian besar warga sedang berada di rumah bersama keluarga.
AS kerahkan bantuan meski ada riwayat sanksi
Presiden Trump bergerak cepat. Ia memposting di Truth Social pada Rabu malam bahwa "Amerika Serikat siap, bersedia, dan mampu untuk membantu," seraya menyatakan telah menginstruksikan seluruh lembaga federal untuk "bersiap bergerak cepat."
Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengumumkan pengiriman tim pencarian dan penyelamatan, sumber daya medis, serta bantuan kemanusiaan. Pentagon dilibatkan untuk dukungan logistik, terutama setelah gempa merusak bandara utama Caracas.
Satu langkah yang tidak kalah signifikan datang dari Departemen Keuangan. Office of Foreign Assets Control menerbitkan General License No. 60 pada 25 Juni, yang mengizinkan seluruh transaksi terkait bantuan bencana gempa bumi di Venezuela hingga 23 Oktober 2026.
Transaksi semacam itu sebelumnya terlarang di bawah rezim sanksi yang berlaku. Departemen Luar Negeri juga mengalokasikan bantuan kemanusiaan senilai US$150 juta dan mengaktifkan Disaster Assistance Response Team.
Penjabat Presiden Rodríguez menyampaikan terima kasih kepada Trump atas tawaran itu, dengan menyebut bahwa para pejabat AS "telah menjalin komunikasi yang berkelanjutan" dengan otoritas Venezuela.
Bantuan mitra internasional
Turki, Israel, dan Iran termasuk di antara negara pertama yang menyatakan siap membantu. SpaceX mengumumkan pada Kamis bahwa layanan internet satelit Starlink akan tersedia gratis hingga 25 Juli bagi pengguna baru maupun yang sudah ada di wilayah terdampak.
Perusahaan itu juga menyatakan sedang berupaya "mempercepat penempatan terminal Starlink dan memulihkan konektivitas di daerah yang paling parah terdampak," menyasar kawasan yang infrastruktur komunikasinya lumpuh total akibat gempa.

0Komentar