Aktivitas bongkar muat bantuan beras dari China berlangsung di pelabuhan Havana, Kuba. 

China mulai mengirim bantuan pangan besar ke Kuba di tengah krisis pangan dan energi yang makin dalam di negara Karibia tersebut. Sebanyak 15.000 ton beras tiba di pelabuhan Havana pada Sabtu sebagai tahap awal dari total donasi 60.000 ton yang dijanjikan Beijing.

Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel mengatakan kiriman itu akan disalurkan ke berbagai provinsi, termasuk Isla de la Juventud, serta untuk kebutuhan institusi kesehatan dan pendidikan. Menurut pemerintah Kuba, bantuan tersebut menjadi bagian dari paket dukungan darurat yang disetujui Presiden China Xi Jinping pada Januari lalu.

Duta Besar China untuk Kuba Hua Xin menyebut bantuan itu sebagai “bantuan pangan terbesar” yang diberikan Beijing kepada Havana dalam beberapa tahun terakhir, seperti dikutip televisi pemerintah Kuba.

Krisis di Kuba memburuk dalam beberapa bulan terakhir seiring menipisnya pasokan pangan, pemadaman listrik berkepanjangan, dan kelangkaan bahan bakar. Negara itu masih berada di bawah embargo perdagangan Amerika Serikat sejak 1962, namun tekanan ekonomi meningkat setelah pasokan minyak dari Venezuela terganggu awal tahun ini.

Pemerintahan Presiden Donald Trump sebelumnya memperluas sanksi terhadap Kuba melalui perintah eksekutif baru yang menyasar sektor energi, layanan keuangan, hingga pertambangan. Washington juga mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada pihak yang memasok minyak ke Kuba.

Kementerian Luar Negeri China mengecam langkah tersebut dan menyebut sanksi AS terhadap Kuba sebagai tindakan “ilegal”. Beijing mendesak Washington segera mengakhiri embargo dan segala bentuk “tekanan koersif” terhadap Havana.

Selain bantuan beras, paket dukungan China juga mencakup bantuan finansial senilai US$80 juta untuk pembelian peralatan listrik dan kebutuhan mendesak lainnya. Surat kabar pemerintah Kuba, Granma, melaporkan Beijing turut memasok panel surya guna membantu modernisasi infrastruktur energi Kuba yang sudah menua.

“Gestur solidaritas yang mulia itu akan menjangkau jutaan konsumen di seluruh provinsi dan kotamadya khusus Isla de la Juventud, selain institusi kesehatan dan pendidikan kita,” tulis Diaz-Canel di platform X.

Pengiriman bantuan dari China datang ketika persaingan pengaruh internasional di Kuba kembali menghangat. Awal Mei lalu, Departemen Luar Negeri AS memperbarui tawaran bantuan kemanusiaan senilai US$100 juta yang rencananya disalurkan melalui Gereja Katolik dan organisasi independen lain.

Pemerintahan Trump menuduh pemerintah Kuba menolak tawaran bantuan sebelumnya. Washington menyatakan keputusan menerima atau menolak bantuan “ada di tangan rezim Kuba”.