![]() |
| Trump di Kantor Oval. | ANNA MONEYMAKER/WHITE HOUSE |
Amerika Serikat dan Iran dilaporkan telah menyepakati rancangan nota kesepahaman (memorandum of understanding atau MOU) berdurasi 60 hari untuk memperpanjang gencatan senjata sekaligus membuka jalan bagi perundingan program nuklir Teheran. Namun, menurut laporan Axios pada Kamis (28/5), kesepakatan itu masih menunggu persetujuan akhir Presiden Donald Trump.
Dua pejabat AS yang dikutip media tersebut menyebut rancangan kesepakatan mencakup perpanjangan jeda konflik serta pembicaraan bertahap terkait aktivitas nuklir Iran dan keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Perkembangan diplomatik itu muncul di tengah eskalasi baru di lapangan. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim menyerang pangkalan udara AS pada Kamis dini hari sebagai balasan atas operasi militer Amerika di dekat Bandar Abbas.
Sebelumnya, militer AS disebut mencegat empat drone serang Iran dan menghancurkan stasiun kendali darat yang dinilai mengancam kapal-kapal komersial di sekitar Selat Hormuz. Jalur tersebut menjadi titik strategis perdagangan energi global karena sekitar 20% pengiriman minyak dan gas dunia melintas di kawasan itu.
Kerangka kesepakatan yang sedang dibahas disebut akan membuka kembali akses pelayaran secara bertahap di Hormuz. Sebagai imbalannya, AS disebut akan melonggarkan blokade terhadap pelabuhan Iran.
Negosiasi ini berlangsung selama beberapa bulan terakhir melalui jalur tidak langsung yang dimediasi Pakistan dan Qatar. Pembicaraan difokuskan untuk meredakan konflik yang meningkat sejak serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Dalam skema yang dibahas, 30 hari pertama akan digunakan untuk menstabilkan situasi maritim dan memulihkan pelayaran komersial. Setelah itu, pembicaraan dilanjutkan hingga 60 hari untuk membahas isu nuklir, termasuk status cadangan uranium Iran yang telah diperkaya hingga tingkat tinggi.
Meski demikian, sejumlah poin utama masih menjadi hambatan. Iran meminta sekitar US$24 miliar asetnya yang dibekukan di luar negeri segera dicairkan. Washington juga mendesak Teheran lebih dulu memberikan komitmen terkait penyerahan uranium yang telah diperkaya.
Trump sehari sebelumnya sempat meragukan peluang tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat. Dalam rapat kabinet pada Rabu, ia menepis laporan televisi pemerintah Iran yang menyebut draf pemulihan pelayaran di Selat Hormuz telah disepakati.
Di tengah sinyal diplomasi dan ancaman konflik yang silih berganti, pasar global bergerak liar. Harga emas spot turun ke level terendah dalam dua bulan dan sempat berada di bawah US$4.400 per ons karena penguatan dolar AS dan kenaikan harga energi.
Minyak mentah Brent melonjak menembus US$95 per barel setelah pasar merespons risiko gangguan pasokan di Timur Tengah. Indeks dolar AS juga sempat menyentuh level tertinggi dalam sepekan sebelum terkoreksi usai muncul laporan soal potensi kesepakatan Washington-Teheran.
Pound sterling ikut menguat seiring meningkatnya harapan pelaku pasar terhadap kemungkinan meredanya konflik. Sejumlah analis menilai rancangan MOU itu lebih menyerupai mekanisme pengelolaan gencatan senjata dibanding perjanjian damai penuh karena isu nuklir paling sensitif masih ditunda ke tahap negosiasi berikutnya.

0Komentar