![]() |
| Personel Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok sebelum Parade Hari Kemenangan Tiongkok 2025 di Beijing. KREMLIN.RU |
Presiden China Xi Jinping menyerukan pendalaman rektifikasi politik di tubuh militer saat gelombang pembersihan terhadap pejabat senior Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) terus meluas. Seruan itu disampaikan menjelang peringatan 100 tahun berdirinya PLA pada 2027.
Berbicara di hadapan para perwira tinggi di Universitas Pertahanan Nasional di Beijing, Xi yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Militer Pusat menekankan pentingnya menjaga integritas dan loyalitas angkatan bersenjata terhadap Partai Komunis China.
Menurut laporan kantor berita pemerintah Xinhua, ia meminta militer memperkuat disiplin politik dan menegakkan hukum tanpa pengecualian.
Seruan tersebut muncul di tengah meningkatnya penyelidikan terhadap pejabat tinggi partai dan militer. Komisi Pusat untuk Inspeksi Disiplin baru-baru ini menetapkan Ma Xingrui, anggota Politbiro dan mantan sekretaris Partai di Xinjiang, sebagai tersangka atas dugaan “pelanggaran disiplin dan hukum yang serius”.
South China Morning Post mencatat bahwa Ma menjadi anggota Politbiro aktif ketiga yang diselidiki sejak periode kepemimpinan saat ini dimulai pada 2022.
Sebelumnya, investigasi juga menyasar sejumlah figur militer senior, termasuk mantan jenderal berpangkat tinggi Zhang Youxia. Analisis Center for Strategic and International Studies (CSIS) pada Februari menyebutkan lebih dari 100 perwira senior PLA telah dicopot atau diduga dicopot sejak 2022.
Meski demikian, studi tersebut menilai pergantian kepemimpinan itu tidak secara signifikan mengganggu fungsi dan operasi normal militer.
Dalam pidatonya, Xi menegaskan bahwa kesetiaan terhadap Partai merupakan syarat utama bagi setiap personel militer. “Segala pikiran atau tindakan yang didorong oleh kepentingan pribadi dan korupsi sama sekali tidak sejalan dengan sifat dan tujuan Partai,” demikian dikutip Xinhua.
Ia juga menekankan pentingnya penegakan disiplin tanpa perlakuan khusus. “Semua orang harus setara di hadapan hukum dan peraturan,” ujar Xi, seraya menambahkan bahwa tidak boleh ada “kasus istimewa” maupun “pengecualian dalam penegakannya”.
Xi turut mendorong para perwira untuk “mengambil peran terdepan dalam memulihkan dan meneruskan tradisi luhur Partai dan militer” serta “tetap setia pada jati diri personel militer revolusioner”. Upacara pembukaan acara tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi Militer Pusat, Zhang Shengmin.
Kampanye antikorupsi
Kampanye antikorupsi yang diluncurkan Xi sejak berkuasa pada 2012 kini memasuki tahun ke-14. Upaya tersebut secara konsisten menargetkan pejabat partai dan militer, dengan tujuan memperkuat kontrol politik dan disiplin internal.
Sejumlah pengamat menilai bahwa pembersihan berulang terhadap pejabat yang sebagian dipromosikan oleh Xi sendiri menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas kampanye tersebut.
Seorang analis yang dikutip Vision Times menyatakan, “Banyak pejabat yang dijatuhkan adalah orang-orang yang dipromosikan langsung oleh Xi. Itu saja sudah membuktikan kegagalan kampanye antikorupsinya.”
Sementara itu, East Asia Forum menggambarkan langkah Xi sebagai “perang abadi melawan korupsi”, seraya mencatat bahwa pelonggaran kampanye berpotensi memicu kembali praktik suap di lingkungan birokrasi dan militer. Pada Maret lalu, Xi juga memperingatkan bahwa “tidak boleh ada tempat di militer bagi mereka yang tidak setia kepada Partai, maupun bagi unsur-unsur korup”.

0Komentar