![]() |
| Rockwell B-1B Lancer, pesawat pengebom strategis supersonik yang dioperasikan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat. | USAF |
Tiga pesawat pembom jarak jauh B-1B Lancer milik Amerika Serikat terbang tanpa henti dari South Dakota dan menyerang sejumlah sasaran militer Iran pada Minggu malam waktu setempat, memperluas kampanye udara gabungan Washington dan Israel yang kini memasuki hari ketiga.
Misi ini menandai gelombang kedua serangan pembom strategis dalam Operasi Epic Fury, setelah pada malam pertama empat pesawat siluman B-2 Spirit menggempur fasilitas rudal balistik bawah tanah Iran.
Data pelacakan penerbangan sumber terbuka menunjukkan tiga B-1B dengan tanda panggilan BONE 01, BONE 02, dan BONE 03 lepas landas dari Pangkalan Angkatan Udara Ellsworth di South Dakota. Pesawat terbang ke arah timur melintasi Atlantik dan Mediterania, melakukan beberapa kali pengisian bahan bakar di udara.
Setidaknya sembilan pesawat tanker KC-46A Pegasus dikerahkan dari Bandara Lajes di Azores dan Pangkalan Angkatan Udara Prince Sultan di Arab Saudi untuk mendukung misi tersebut.
Komando Pusat AS (CENTCOM) sebelumnya mengonfirmasi bahwa pesawat B-2 yang diterbangkan dari Pangkalan Angkatan Udara Whiteman di Missouri menjatuhkan bom seberat 2.000 pon, termasuk amunisi GBU-31, ke fasilitas rudal yang tertanam di bawah tanah.
Koresponden pertahanan Fox News, Jennifer Griffin, mengutip pejabat pertahanan AS yang menyebut pesawat-pesawat itu “menjatuhkan puluhan bom seberat 2.000 pon pada lokasi rudal balistik bawah tanah di Iran.”
Peralihan dari pesawat siluman B-2 ke B-1B yang tidak dirancang untuk menembus pertahanan udara canggih dipandang sebagai indikasi melemahnya sistem pertahanan Iran setelah lebih dari 48 jam serangan beruntun. Militer Israel melaporkan sistem pertahanan udara HQ-9B di sekitar Teheran telah dilumpuhkan. CENTCOM menyatakan lebih dari 1.000 target diserang pada fase awal operasi.
Operasi Epic Fury diumumkan Presiden Donald Trump melalui akun Truth Social pada 28 Februari pukul 02.00 waktu EST. Kampanye itu dijalankan bersamaan dengan Operasi Roaring Lion milik Israel, dengan sasaran kompleks kepemimpinan, fasilitas produksi rudal, pusat komando dan kontrol, pertahanan udara, hingga aset angkatan laut Iran.
Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengonfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam rangkaian serangan tersebut. Menurut pernyataan resmi, sedikitnya 40 pejabat militer dan politik Iran tewas.
Dalam jumpa pers di Pentagon, Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengatakan operasi ini tidak dimaksudkan menjadi “perang tanpa akhir.” Ia menegaskan tujuan kampanye adalah melumpuhkan kemampuan rudal, angkatan laut, dan infrastruktur keamanan Teheran.
CENTCOM melaporkan tiga personel militer AS tewas dan lima lainnya luka parah sejak operasi dimulai. Korban disebut berasal dari pasukan darat yang ditempatkan di Kuwait.
Iran membalas dengan meluncurkan rudal dan drone ke arah Israel serta pangkalan-pangkalan AS di kawasan. Serangan juga dilaporkan menargetkan fasilitas di negara Teluk, termasuk Uni Emirat Arab, di mana drone menghantam area Bandara Dubai dan sebuah hotel.
Trump memperingatkan bahwa setiap eskalasi lanjutan akan dibalas dengan “kekuatan yang belum pernah terlihat sebelumnya.”

0Komentar