Gambar tersebut menunjukkan personel Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang sedang memuat amunisi di dekat kendaraan tempur selama operasi militer. | ANADOLU AGRNCY


Pemerintah Israel menyetujui alokasi darurat sekitar 2,6 miliar shekel atau setara US$827 juta untuk kebutuhan militer mendesak, ketika perang dengan Iran memasuki minggu ketiga dan tekanan terhadap persediaan senjata semakin terlihat.

Keputusan itu diambil dalam rapat kabinet yang digelar melalui sambungan telepon pada Sabtu malam, menurut laporan harian Israel Haaretz, yang mengutip sumber pemerintah dan pertama kali dilaporkan oleh kantor berita AFP. Dana tersebut akan disalurkan kepada Kementerian Pertahanan Israel untuk mempercepat pengadaan berbagai perlengkapan tempur.

Dokumen yang diedarkan Kementerian Keuangan kepada para menteri menyebut dana itu akan digunakan untuk apa yang digambarkan sebagai “pengadaan pertahanan terklasifikasi”. 

Pengeluaran tersebut mencakup pembelian amunisi, sistem senjata canggih, serta pengisian kembali stok tempur yang dianggap penting dalam operasi militer yang sedang berlangsung.

Dalam dokumen yang dilaporkan media ekonomi Israel Calcalist dan televisi Channel 12, langkah tersebut disebut sebagai “keputusan darurat luar biasa yang dimaksudkan semata-mata untuk mengatasi kebutuhan yang timbul dari pelaksanaan pertempuran”.

Persediaan militer di bawah tekanan

Persetujuan dana darurat ini muncul di tengah meningkatnya tanda bahwa persediaan militer Israel berada di bawah tekanan setelah hampir tiga minggu operasi tempur intensif.

Stasiun penyiaran publik Israel, Kan News, melaporkan lebih dari 11.000 amunisi telah dijatuhkan ke berbagai target di Iran sejak kampanye militer dimulai pada 28 Februari.

Pada saat yang sama, Israel telah memperingatkan Washington bahwa persediaan pencegat rudal balistiknya berada pada tingkat yang “kritis”. Seorang pejabat Amerika Serikat yang dikutip media tersebut mengatakan kekurangan itu sebenarnya telah diperkirakan sebelumnya oleh pihak AS.

Militer Israel membantah gambaran tersebut. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan mereka tidak mengalami kekurangan pencegat rudal yang “kritis”, meskipun serangan balasan Iran terus berlangsung.

Menurut laporan Haaretz, Iran telah meluncurkan sekitar 250 rudal balistik ke wilayah Israel hingga 13 Maret, mengutip pejabat keamanan. Serangan itu menyebabkan sedikitnya 12 orang tewas akibat hantaman langsung maupun serpihan rudal yang jatuh.

Para pejabat Israel juga menyebut Iran mulai melengkapi sebagian rudalnya dengan amunisi kluster. Penggunaan jenis hulu ledak tersebut dapat memperluas area dampak ledakan dan menyulitkan sistem pertahanan udara untuk melakukan pencegatan.

Perang yang meluas di berbagai front

Keputusan anggaran darurat itu diambil hanya beberapa hari setelah pemerintah Israel menyetujui perluasan anggaran pertahanan yang lebih besar.

Awal pekan ini, kabinet Israel menyetujui peningkatan anggaran pertahanan sekitar 30 miliar shekel yang akan didanai melalui pemotongan sekitar 3% dari anggaran kementerian sipil. 

Anggaran negara Israel secara keseluruhan, senilai sekitar US$222 miliar, telah disetujui pemerintah pada 12 Maret dan dijadwalkan dibahas di parlemen Israel, Knesset, pada 31 Maret.

Perang yang berlangsung saat ini bermula pada 28 Februari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan yang mereka sebut sebagai operasi pencegahan terhadap Iran. Sejak itu, konflik berkembang menjadi konfrontasi regional dengan beberapa front pertempuran.

Kelompok Hizbullah yang berbasis di Lebanon terus melancarkan serangan ke wilayah utara Israel. Serangan tersebut memicu operasi darat Israel di Lebanon selatan dalam beberapa hari terakhir.

Iran juga menargetkan pangkalan militer AS dan fasilitas di negara-negara Teluk. Pemerintah Bahrain mengatakan sistem pertahanan udaranya telah mencegat 125 rudal dan 203 drone sejak awal permusuhan.

Pada Minggu, militer Israel mengumumkan telah melancarkan “gelombang serangan skala besar” baru terhadap target di Iran bagian barat. Pengumuman itu datang ketika Iran kembali menembakkan sejumlah rudal ke arah wilayah Israel dalam putaran serangan terbaru.