![]() |
| Sebuah gambar satelit menunjukkan fasilitas pengayaan Isfahan di Iran dalam gambar selebaran tertanggal (3/6/2025). Foto: Maxar Technologies/Handout via REUTERS |
Militer Israel menyatakan telah menyerang fasilitas penelitian dan pengembangan kapal selam Iran di Isfahan, yang disebut sebagai satu-satunya pusat pengembangan teknologi bawah air milik negara itu. Serangan ini menjadi bagian dari rangkaian operasi udara yang lebih luas di kota tersebut pada 24 Maret.
Dalam pernyataannya, Israel Defense Forces (IDF) menyebut target tersebut sebagai Pusat Penelitian Bawah Air Isfahan, yang bertanggung jawab atas desain kapal selam serta sistem pendukung bagi angkatan laut Iran.
Fasilitas itu juga diklaim memproduksi berbagai jenis kendaraan laut tanpa awak. Operasi ini, menurut IDF, dipandu oleh intelijen angkatan laut dan merupakan bagian dari “gelombang serangan berskala besar” di wilayah tersebut.
Serangan itu berlangsung di tengah eskalasi konflik yang telah mendorong Israel memperluas targetnya ke infrastruktur militer strategis Iran. Fokus tidak hanya pada fasilitas nuklir atau rudal, tetapi juga kemampuan maritim yang selama ini menjadi elemen penting dalam strategi pertahanan Teheran, terutama di perairan dangkal Teluk Persia.
Data dari International Institute for Strategic Studies yang dikutip The Wall Street Journal menunjukkan Iran memiliki sekitar 18 kapal selam, sebagian besar berukuran kecil dan dirancang untuk operasi pesisir.
Sementara itu, Nuclear Threat Initiative memperkirakan jumlah armada kapal selam Iran berada di kisaran 19 hingga 27 unit, termasuk tiga kapal selam diesel-elektrik kelas Kilo buatan Rusia dan sejumlah kapal selam mini kelas Ghadir.
Fasilitas di Isfahan disebut memainkan peran sentral dalam pengembangan kapal selam domestik Iran, termasuk proyek Sabehat-15 yang digunakan oleh angkatan laut reguler dan Garda Revolusi Islam (IRGC). Media Iran International melaporkan bahwa IDF menilai serangan ini akan menghambat kemampuan Teheran dalam membangun dan meningkatkan aset maritimnya.
Operasi di Isfahan merupakan bagian dari kampanye militer yang lebih luas. IDF menyatakan telah melancarkan lebih dari 600 serangan sejak konflik meningkat, dengan sasaran utama mencakup fasilitas rudal balistik, pabrik bahan peledak, markas IRGC, hingga pangkalan angkatan laut.
Pada fase awal konflik, pasukan gabungan Amerika Serikat dan Israel juga dilaporkan menargetkan kekuatan laut Iran. Sejumlah kapal perang Iran disebut ditenggelamkan, sementara pangkalan angkatan laut di Bandar Abbas hingga Bandar Anzali ikut diserang. Komando Pusat AS sebelumnya mengonfirmasi keterlibatan militernya, termasuk operasi terhadap kapal selam Iran.
Serangan terbaru di Isfahan juga menyasar fasilitas produksi bahan peledak yang oleh Israel disebut sebagai salah satu yang utama. Lokasi tersebut sebelumnya pernah diserang dalam konflik pada Juni 2025 dan kemudian dibangun kembali oleh Iran.
Di tengah eskalasi militer, jalur diplomasi masih bergerak. Pakistan dilaporkan menyampaikan proposal gencatan senjata dari AS kepada Teheran. Rancangan itu mencakup 15 poin, mulai dari pengurangan sanksi hingga pembatasan program nuklir Iran serta pengaturan akses di Selat Hormuz.

0Komentar