![]() |
| Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat Bussines Summit di Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (18/2/2026). | ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK A |
Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia merupakan teman sejati Amerika Serikat (AS) saat menghadiri Gala Iftar Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, Rabu (18/2/2026) waktu setempat.
Kunjungan ini dilakukan di tengah persiapan Indonesia untuk bergabung aktif dalam Board of Peace yang dipimpin Presiden Donald Trump dan menandatangani perjanjian perdagangan resiprokal antara kedua negara.
Menurut laporan, Indonesia juga akan mengumumkan kontribusi sekitar 1.000 pasukan untuk International Stabilization Force (ISF) di Gaza.
Dalam sambutannya, Prabowo menekankan hubungan historis antara Indonesia dan AS. Ia mengingatkan dukungan AS terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia pada akhir 1940-an.
"Kami mengajarkan generasi muda untuk tidak melupakan teman saat masa sulit," ujar Prabowo. Ia juga menambahkan, "Kami selalu mencoba meyakinkan Amerika Serikat bahwa Indonesia adalah teman sejati, meskipun secara politik kami memiliki tradisi politik luar negeri non-blok."
Kunjungan Presiden Prabowo ke AS dimulai Selasa (17/2/2026) dengan kedatangan di Joint Base Andrews, Washington DC, didampingi Menteri ESDM dan Sekretaris Kabinet . Indonesia secara resmi menjadi anggota Board of Peace setelah Prabowo menandatangani piagam pendirian forum di Davos, Swiss, pada Januari lalu.
Selain agenda diplomatik, pertemuan juga membahas perjanjian dagang. Negosiasi yang telah berjalan beberapa bulan menghasilkan kesepakatan penurunan tarif resiprokal AS ke Indonesia dari 32% menjadi 19%, serta pembebasan tarif untuk komoditas ekspor unggulan seperti kelapa sawit, kakao, kopi, dan teh.
"Perjanjian ini membawa signifikansi besar bagi pebisnis dan investor di kedua negara maupun wilayah Pasifik," tutur Prabowo.
Dalam kesempatan itu, Presiden juga menekankan peran Indonesia sebagai perantara yang jujur di tengah dinamika kekuatan global. "Indonesia bukan lagi raksasa yang tertidur. Kami mulai bangun dan memiliki potensi kuat untuk meningkatkan hubungan ini di berbagai bidang," pungkasnya.

0Komentar