Ali Shamkhani, penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, untuk urusan politik. | SAEEDIEX/SHUTTERSTOCK


Ali Shamkhani, penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, menyatakan setiap serangan Amerika Serikat terhadap Iran akan menyeret Israel ke dalam konflik, saat pembicaraan nuklir Washington–Teheran dijadwalkan berlangsung pekan ini di Istanbul.

Dalam wawancara televisi dengan jaringan Lebanon Al-Mayadeen pada Senin (2/2), Shamkhani menilai Israel dan AS sebagai satu kesatuan dalam konteks respons militer Iran.

“Israel dan Amerika bukan dua elemen yang berbeda. Mereka adalah satu kesatuan. Respons kami terhadap Israel tidak dapat dihindari dan terkait dengan tindakan dan langkah mereka,” kata Shamkhani.

Pernyataan itu disampaikan di tengah persiapan pertemuan pejabat kedua negara yang difokuskan pada isu nuklir, sementara kawasan Timur Tengah masih dibayangi dampak konflik Iran–Israel tahun lalu serta peningkatan kehadiran militer AS di Teluk Persia.

Dalam wawancara yang sama, Shamkhani tampil mengenakan seragam militer, yang ia sebut sebagai pesan kesiapan operasional. “Atmosfer yang berlaku di kawasan, di perbatasan kami, harus mengambil karakter militer,” ujarnya, seraya menambahkan Iran “siap untuk perang apa pun”.

Ia juga menyatakan pengekangan yang ditunjukkan Iran dalam perang 12 hari melawan Israel pada Juni 2025 tidak akan terulang. Saat itu, Israel menyerang fasilitas nuklir serta instalasi militer Iran, yang kemudian dibalas serangan rudal Teheran ke wilayah Israel.

Meski menyampaikan sinyal militer, Shamkhani membuka ruang diplomasi dengan Washington. Ia mengatakan Teheran siap melakukan “negosiasi praktis dengan Washington dan tidak dengan pihak lain, karena Eropa telah membuktikan ketidakmampuannya untuk melakukan apa pun”. Menurut dia, pembahasan hanya menyentuh isu nuklir, dengan sinyal Iran dapat menurunkan tingkat pengayaan uranium dari 60% menjadi 20% dengan syarat tertentu.

“Tidak ada alasan untuk memindahkan material yang disimpan ke luar Iran,” ujarnya, menolak tuntutan Barat agar stok uranium dipindahkan ke luar negeri.

Pertemuan antara Utusan Khusus AS Steve Witkoff dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dijadwalkan berlangsung Jumat di Istanbul, menurut sejumlah pejabat yang mengetahui rencana tersebut. Pertemuan itu disebut akan dihadiri menteri luar negeri Turki, Arab Saudi, Qatar, Mesir, Oman, Pakistan, dan Uni Emirat Arab.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump meningkatkan tekanan ke Teheran dengan mengerahkan apa yang ia sebut “armada besar-besaran” ke Teluk Persia, seraya memperingatkan Iran harus mencapai kesepakatan soal program nuklir atau menghadapi konsekuensi militer.

Pada Minggu (1/1), Khamenei menyatakan setiap serangan AS akan memicu “perang regional”. Trump merespons pernyataan itu saat berbicara di Mar-a-Lago. “Kami memiliki kapal-kapal terbesar dan terkuat di dunia di sana... mudah-mudahan, kami akan mencapai kesepakatan. Jika kami tidak mencapai kesepakatan, maka kita akan lihat apakah dia benar atau tidak,” ujarnya.

Seorang pejabat regional mengatakan kepada Reuters prioritas pembicaraan Istanbul adalah mencegah konflik terbuka dan meredakan situasi antara kedua pihak.