kompleks militer Parchin di Iran, yang baru-baru ini dilaporkan sedang diperkuat dengan pertahanan beton. | VANTOR/REUTERS

Iran mempercepat penguatan sejumlah fasilitas yang dikaitkan dengan program nuklirnya, di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat. Analisis citra satelit terbaru menunjukkan struktur sensitif dikubur lebih dalam dan dilapisi material pelindung, sementara aktivitas militer Iran di kawasan Teluk juga meningkat.

Institute for Science and International Security (ISIS), lembaga riset yang berbasis di Washington, melaporkan adanya pekerjaan konstruksi intensif dalam dua hingga tiga minggu terakhir. 

Di fasilitas Taleghan 2, yang berada dalam kompleks militer Parchin di tenggara Teheran, citra bertanggal 13 Februari memperlihatkan struktur utama kini dikelilingi cangkang beton, dengan timbunan tanah di atasnya.

Presiden ISIS David Albright menyebut perubahan itu berpotensi mengubah tampilan fasilitas secara signifikan. 

"Fasilitas ini mungkin akan segera menjadi bunker yang sepenuhnya tidak dapat dikenali, memberikan perlindungan signifikan dari serangan udara," ujarnya.

Situs nuklir yang diperkuat

Menurut ISIS, citra satelit yang diambil pada 8–9 Februari menunjukkan pintu masuk terowongan di Pusat Teknologi Nuklir Esfahan telah tertutup sepenuhnya. Lembaga tersebut menilai langkah serupa pernah diamati menjelang serangan terhadap fasilitas nuklir Iran pada pertengahan 2025.

Pintu masuk terowongan di kompleks nuklir Isfahan sebelum terkubur dengan tanah, 11 November 2024 (atas), dan setelahnya, 10 Februari 2026 (bawah). | VANTOR/REUTERS

Citra lain bertanggal 10 Februari juga memperlihatkan aktivitas pengecoran beton di area bawah Gunung Kolang-Gaz La, sekitar dua kilometer dari fasilitas nuklir Natanz. 

ISIS menyatakan ukuran kompleks dan perlindungan geografisnya menimbulkan pertanyaan mengenai kemungkinan aktivitas sensitif tambahan, termasuk pengayaan uranium.

Iran sendiri tidak memberikan rincian terbuka mengenai perubahan di lokasi-lokasi tersebut. Otoritas Iran secara konsisten menyatakan program nuklirnya bertujuan damai dan berada dalam kerangka hukum internasional.

Demonstrasi militer di Selat Hormuz

Bersamaan dengan temuan satelit itu, Iran menggelar latihan militer berskala besar di Selat Hormuz. Jalur perairan strategis tersebut dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dunia dan kerap menjadi titik sensitif dalam dinamika keamanan regional.

Media pemerintah Iran melaporkan latihan dipimpin Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan dipantau langsung oleh pejabat militer senior. Pasukan disebut melakukan uji coba persenjataan dan manuver pertahanan dari Pulau Abu Musa.

Iran juga mengumumkan penutupan sementara sebagian selat selama beberapa jam untuk latihan tembakan. Pernyataan itu mendapat perhatian luas karena pembatasan navigasi di selat tersebut jarang terjadi dalam beberapa dekade terakhir.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyinggung kemampuan militer negaranya dalam pernyataan publik. 

"Tentu saja kapal perang adalah alat berbahaya, tetapi yang lebih berbahaya daripada kapal perang adalah senjata yang dapat menenggelamkan kapal perang itu ke dasar laut," katanya.

Latihan gabungan dengan Rusia-China

Di saat yang sama, Teheran mengumumkan latihan militer laut bersama Rusia yang dijadwalkan berlangsung di Teluk Oman dan utara Samudra Hindia. Kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan kapal korvet Rusia Stoikiy telah tiba di perairan Iran.

IRNA juga menyebut kapal perang China sedang menuju kawasan tersebut untuk mengikuti latihan tahunan Maritime Security Belt, yang melibatkan Iran, Rusia, dan China. Latihan trilateral ini secara rutin digelar dalam beberapa tahun terakhir.

Selain itu, Iran menerbitkan Notice to Air Missions (NOTAM) yang mengindikasikan rencana peluncuran roket di wilayah selatan negara itu pada Kamis, antara pukul 03.30 hingga 13.30 GMT.

Perkembangan ini terjadi ketika AS dilaporkan meningkatkan kehadiran militernya di kawasan. Pernyataan pejabat senior Washington menyebut pemerintah AS masih menimbang jalur diplomasi dan opsi kebijakan lain terkait program nuklir Iran.