Presiden AS, Donald Trump, sedang bersalaman dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di kediamannya di Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, pada 26 Juli 2024. | WHITE HOUSE


Presiden Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sepakat memperketat kebijakan “tekanan maksimum” terhadap Iran dalam pertemuan di Gedung Putih Sabtu (14/2). Fokus utamanya adalah membatasi ekspor minyak Teheran ke China, menurut pejabat Amerika Serikat yang mengetahui diskusi tersebut kepada Axios.

Langkah itu disebut berjalan bersamaan dengan upaya diplomasi terkait program nuklir Iran yang kembali digagas Washington.

China disebut menyerap lebih dari 80% ekspor minyak Iran. Sebagian besar transaksi berlangsung melalui kilang independen kecil atau teapot refineries di provinsi Shandong, yang selama bertahun-tahun menjadi jalur penting pemasukan devisa Iran di tengah sanksi Barat.

Pemerintahan Trump pada Januari menandatangani perintah eksekutif yang memberi kewenangan kepada menteri luar negeri dan perdagangan untuk merekomendasikan tarif hingga 25% terhadap negara yang berbisnis dengan Iran.

Seorang pejabat senior AS mengatakan kepada Axios, “Kami sepakat bahwa kami akan menjalankan tekanan maksimum dengan kekuatan penuh terhadap Iran, terutama terkait penjualan minyak Iran ke Tiongkok.”

Di sisi lain, kemungkinan pengenaan tarif terhadap China diperkirakan memperumit hubungan Washington–Beijing, terlebih Trump berencana melakukan kunjungan ke Beijing pada April mendatang.

Meski tekanan ekonomi diperketat, jalur negosiasi tetap dibuka. Putaran pertama pembicaraan antara diplomat AS dan Iran berlangsung pekan lalu di Oman dan disebut produktif oleh kedua pihak.

Penasihat Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, dijadwalkan bertemu perwakilan Iran di Jenewa pada Selasa untuk putaran kedua.

Menurut laporan Channel 12 News, Netanyahu dalam pertemuan itu menyampaikan keraguannya. Ia mengatakan “tidak mungkin membuat kesepakatan dengan Iran” karena Teheran tidak akan menghormati perjanjian apa pun.

Trump menyampaikan pandangan berbeda. “Saya pikir ada peluang untuk mencapai kesepakatan. Kita akan menelitinya dan memberinya kesempatan.”

Pertemuan lebih dari dua setengah jam pada Rabu tersebut merupakan yang ketujuh antara kedua pemimpin sejak Trump kembali menjabat tahun lalu. Kunjungan Netanyahu dipercepat karena Israel menilai negosiasi nuklir AS–Iran berkaitan langsung dengan keamanan negaranya.