Donald Trump, Presiden Amerika Serikat. | Anadolu

Presiden AS Donald Trump menegaskan kembali keinginannya untuk mengakuisisi Greenland, dengan alasan pentingnya wilayah tersebut bagi keamanan nasional AS. Dalam wawancara dengan The Atlantic, Trump menyebut Greenland sebagai wilayah yang dikelilingi kapal-kapal milik Rusia dan Tiongkok, yang memperburuk ketegangan diplomatik dengan Denmark. 

Pernyataan ini muncul hanya beberapa jam setelah operasi militer AS yang menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro, yang memicu kecemasan di kalangan sekutu-sekutu Eropa.

Trump menilai Greenland penting untuk pertahanan AS karena keberadaan sumber daya mineral dan posisinya yang strategis di Arktik. Pernyataan tersebut mengemuka setelah Katie Miller, istri Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller, memposting gambar Greenland yang dibungkus bendera AS di media sosial pada Sabtu malam, disertai dengan kata "SEGERA." 

Tindakan ini mendapat respons cepat dari Duta Besar Denmark untuk AS, Jesper Moeller Soerensen, yang menegaskan bahwa Denmark mengharapkan "penghormatan penuh terhadap integritas teritorial Kerajaan Denmark."

Greenland, wilayah otonom Denmark dengan sekitar 57.000 penduduk, secara konsisten menolak bergabung dengan AS. Jajak pendapat terbaru pada Januari 2025 menunjukkan 85% penduduk Greenland menentang aneksasi oleh AS, meskipun sebagian dari mereka menginginkan kemerdekaan dari Denmark. Beberapa warga Greenland melihat ketertarikan Trump sebagai ancaman terhadap kedaulatan mereka.

Ambisi Trump sejalan dengan kebijakan luar negeri AS yang lebih luas, termasuk Strategi Keamanan Nasional yang mengedepankan pengaruh AS di Belahan Bumi Barat. Dalam wawancaranya dengan The Atlantic, Trump menekankan pentingnya Greenland dalam mempertahankan dominasi AS di kawasan Arktik yang kaya sumber daya.

Pemerintah Denmark dan Greenland tetap menegaskan penolakan terhadap tawaran AS. Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, dan Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, sebelumnya mengeluarkan pernyataan bahwa "anda tidak bisa menganeksasi negara lain." Sementara itu, Uni Eropa mengingatkan pentingnya menjaga integritas teritorial Kerajaan Denmark.

Kontroversi ini semakin memanas, mengingat Greenland yang merupakan bagian dari Denmark juga dilindungi oleh Pasal 5 NATO, yang menegaskan kewajiban pertahanan kolektif di kawasan tersebut.