![]() |
| Entitas baru TikTok di AS resmi berdiri, memisahkan operasi, namun hubungan teknologi dengan ByteDance masih berjalan. | NurPhoto |
TikTok resmi membentuk perusahaan patungan mayoritas milik Amerika Serikat pada Kamis (22/1/2026), langkah yang memastikan operasional aplikasi itu tetap berjalan di pasar AS. Entitas baru bernama TikTok USDS Joint Venture LLC lahir setelah proses panjang yang melibatkan pemerintah AS, ByteDance, serta sejumlah investor global, sehingga lebih dari 200 juta pengguna dan 7,5 juta bisnis di negara tersebut tetap dapat mengakses platform berbagi video itu.
Struktur baru ini dipimpin Adam Presser sebagai CEO. Ia sebelumnya menjabat kepala operasional serta trust and safety TikTok dan pernah menjadi eksekutif senior di Warner Bros.
CEO TikTok global Shou Chew duduk sebagai direktur dalam dewan beranggotakan tujuh orang dengan mayoritas warga negara AS. Komposisi tersebut dibentuk untuk memenuhi ketentuan hukum keamanan nasional AS terkait kepemilikan dan pengendalian platform digital strategis.
Komposisi saham dan peta investor global
Dalam kesepakatan itu, investor AS dan global menguasai 80,1 persen saham, sementara ByteDance mempertahankan 19,9 persen sesuai batas kepemilikan yang diizinkan. Oracle, Silver Lake, dan MGX masing-masing memegang 15 persen sebagai investor pengelola utama.
Daftar investor juga mencakup Vastmere Investments milik Michael Dell, Alpha Wave Partners, Revolution, serta Via Nova yang terafiliasi dengan General Atlantic.
Wakil Presiden JD Vance menyebut valuasi usaha patungan ini sekitar US$14 miliar. Sebelumnya, nilai bisnis TikTok di AS diperkirakan berada di kisaran US$35–50 miliar menurut sejumlah laporan industri.
Pembentukan struktur tersebut ditempatkan sebagai bagian dari upaya memenuhi regulasi AS yang menuntut pemisahan operasional TikTok dari ByteDance, dengan kepemilikan dan pengelolaan data pengguna AS menjadi fokus utama perjanjian.
Algoritma masih dilisensikan
Meski mayoritas kepemilikan beralih ke investor AS, algoritma TikTok tidak sepenuhnya terlepas dari ByteDance. Sistem rekomendasi konten akan dilatih ulang menggunakan data pengguna AS dan disimpan di infrastruktur cloud milik Oracle, sementara ByteDance menyewakan salinan algoritma kepada entitas baru.
Mantan direktur Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur Federal, Chris Krebs, menyoroti skema lisensi tersebut dalam wawancara dengan Politico.
"Masalah utamanya adalah apakah TikTok AS memiliki dan mengendalikan sistem rekomendasi, atau hanya melisensikannya. Lisensi berarti ByteDance mempertahankan pengaruhnya pada apa yang ditampilkan platform AS untuk 170 juta pengguna," kata Krebs kepada Politico.
Sejumlah pengkritik menilai pengaturan ini belum sepenuhnya selaras dengan undang-undang keamanan nasional AS tahun 2024 yang mewajibkan pemisahan total dari ByteDance. Di sisi lain, ByteDance diperkirakan masih mengendalikan divisi periklanan serta unit e-commerce TikTok Shop di AS.
Dukungan politik AS dan isyarat dari Beijing
Presiden Donald Trump menyambut kesepakatan tersebut melalui platform Truth Social.
"Saya sangat senang telah membantu menyelamatkan TikTok! Sekarang dimiliki oleh sekelompok patriot dan investor AS yang hebat," tulisnya.
Trump juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden China Xi Jinping atas persetujuannya terhadap kesepakatan tersebut, yang disebutnya berperan memungkinkan transaksi berjalan. Hingga kini, pemerintah China belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait finalisasi perjanjian tersebut.

0Komentar