Amunisi artileri kaliber besar yang ditumpuk di dalam fasilitas produksi Rheinmetall. | EPA/HANNIBAL HANSCHKE


Saham sektor pertahanan Eropa melonjak tajam pada Senin (5/1), dengan indeks sektor naik 2,7%, mencapai level tertinggi dalam dua bulan terakhir. Lonjakan ini dipicu oleh ketegangan geopolitik yang meningkat setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan operasi militer besar-besaran di Venezuela pada akhir pekan.

Pada 3 Januari, pasukan AS melakukan serangan di Caracas, menangkap Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dalam operasi yang melibatkan lebih dari 150 pesawat tempur. 

Operasi militer yang dinamakan "Absolute Resolve" ini mengakibatkan sedikitnya 80 orang tewas, menurut pejabat Venezuela. Maduro kemudian dibawa ke New York untuk menghadapi dakwaan terkait perdagangan narkoba, sementara Wakil Presiden Delcy Rodríguez dilantik sebagai presiden sementara negara tersebut.

Mengutip Euronews Kenaikan saham perusahaan pertahanan besar Eropa pun tercatat signifikan. Rheinmetall dari Jerman melonjak lebih dari 6%, Leonardo Italia naik 5,7%, dan Saab Swedia mencatatkan kenaikan 6,7%. Spesialis teknologi pertahanan Hensoldt melesat hingga 7,5%. Perusahaan Prancis Thales dan Dassault Aviation mengalami kenaikan sekitar 4%, sementara BAE Systems asal Inggris juga mencatatkan kenaikan serupa.

Analis dari Jefferies menilai aksi militer AS ini telah mengalihkan perhatian besar dari kebijakan luar negeri Washington, yang kini berfokus pada konflik-konflik baru. Mereka memperkirakan ketegangan ini berpotensi menguntungkan saham-saham pertahanan Eropa, seiring kebutuhan mendesak untuk memperbesar anggaran pertahanan.

"Perubahan-perubahan ini kemungkinan akan menguntungkan saham-saham pertahanan Eropa hari ini, lebih lanjut menekankan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan anggaran pertahanan," ujar para analis, sebagaimana dilaporkan Reuters, Senin (5/1/2026)

Sektor pertahanan ini juga bertepatan dengan perkembangan baru terkait Greenland. Pada hari yang sama, Prancis menegaskan kembali komitmennya terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Denmark dan Greenland, setelah ancaman baru dari Presiden AS Donald Trump yang menginginkan pengambilalihan wilayah tersebut. 

"Greenland milik rakyat Greenland dan rakyat Denmark. Terserah mereka untuk memutuskan apa yang mereka inginkan. Perbatasan tidak dapat diubah dengan kekerasan," ujar Pascal Confavreux, juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis.

Douglas Harned, analis dari Bernstein, menambahkan bahwa ancaman militer sering kali mendorong pemerintah untuk meningkatkan anggaran pertahanan. 

"Jika uang diperlukan untuk Venezuela atau situasi pertempuran aktif lainnya, kami perkirakan itu akan bersifat tambahan," katanya.

Sementara itu, pasar Eropa secara keseluruhan juga mengalami kenaikan. Indeks pan-Eropa STOXX 600 tercatat naik 0,3%, dengan sektor teknologi dan sumber daya dasar turut mencatatkan kenaikan lebih dari 2%.