![]() |
| Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan RI. |
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimisme bahwa Indonesia dapat mencapai target pertumbuhan ekonomi 6% pada 2026. Keyakinan ini disampaikan dalam konferensi pers akhir tahun di Kantor Kementerian Keuangan pada Rabu (31/12/2025). Meskipun proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk kuartal IV-2025 hanya diperkirakan mencapai 5,5%, Purbaya menilai pencapaian tersebut tidak sulit dicapai dengan sejumlah langkah strategis yang telah dipersiapkan.
Purbaya mengungkapkan tiga strategi utama untuk menopang pencapaian tersebut. Pertama, akselerasi belanja fiskal pada awal tahun 2026 untuk mempercepat stimulus ekonomi.
Kedua, peningkatan koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia yang kini semakin sinergis, setelah pemerintah dilibatkan dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia mulai November 2025.
“Terus kami sinkron kebijakan moneter lebih baik. Dengan moneter ya, bukan saya intervensi ya,” ujar Purbaya.
Strategi ketiga adalah intensifikasi sidang debottlenecking untuk mengatasi hambatan investasi dan iklim usaha. Sidang perdana yang dipimpin oleh Purbaya pada 23 Desember 2025 menangani sejumlah pengaduan dari pelaku usaha, seperti PT Sumber Organik yang mengeluhkan penghentian Bantuan Layanan Pengelolaan Sampah dan PT Mayer Indah Indonesia yang mengalami kesulitan mendapatkan kredit modal kerja. Purbaya berjanji akan menggelar pertemuan rutin setiap minggu untuk menyelesaikan berbagai kendala yang dihadapi dunia usaha.
Meski ekonomi Indonesia mengalami penurunan hingga kuartal III-2025 yang hanya tumbuh 5,04%, Purbaya yakin pemulihan ekonomi sudah dimulai. Salah satu faktor pendorong utama adalah kebijakan pemerintah yang menempatkan dana sebesar Rp 200 triliun di lima bank BUMN, yaitu Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan BSI pada 12 September 2025.
“Ada dampak injeksi uang yang kita taruh di sistem perbankan (Rp 200 triliun),” kata Purbaya, meskipun ia mengakui sempat ada ketidaksinambungan dalam kerja sama dengan Bank Indonesia pada awal implementasi.
Proyeksi Bank Indonesia untuk pertumbuhan ekonomi 2025 berkisar antara 4,7% hingga 5,5%, sementara untuk 2026, diperkirakan berada di rentang 4,9% hingga 5,7%.
Purbaya juga menyoroti perbaikan iklim investasi yang semakin menarik minat investor asing, terutama dari Singapura. “Sudah banyak dari luar negeri, Singapura dan negara-negara lain. Saya yakin kalau itu dijalankan dengan konsisten, iklim investasi akan bergerak semakin baik,” tambahnya.
Target pertumbuhan ekonomi 6% pada 2026 ini lebih tinggi dari asumsi dasar RAPBN 2026 yang disepakati pemerintah dan DPR, yakni sebesar 5,4% dengan rentang 5,2% hingga 5,8%. Namun, beberapa ekonom menilai target tersebut cukup ambisius, mengingat adanya tekanan dari kondisi ekonomi global dan tantangan dalam efektivitas penyerapan anggaran.

0Komentar