![]() |
| Preside Prabowo Subianto. | Youtube Sekretariat Presiden |
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menghapus kemiskinan ekstrem di Indonesia sebelum akhir masa jabatannya pada 2029. Pernyataan itu disampaikan saat meresmikan Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026), di hadapan para siswa dan pejabat daerah.
Dalam sambutannya, Prabowo menyatakan pemerintahannya menargetkan perubahan nyata bagi masyarakat yang berada di kelompok desil 1 dan 2, yakni lapisan terbawah dalam struktur sosial ekonomi.
Pengentasan kemiskinan ekstrem, menurut dia, ditempatkan sebagai prioritas utama yang akan dikejar selama lima tahun ke depan melalui berbagai program sosial dan pendidikan.
Ia menegaskan bahwa upaya tersebut diarahkan agar kemiskinan tidak lagi bersifat turun-temurun. Akses pendidikan disebut sebagai instrumen utama untuk membuka jalan keluar bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem agar dapat meningkatkan taraf hidup mereka di masa depan.
“Cita-cita saya di akhir masa jabatan saya tahun 2029, bahwa mereka yang berada di kemiskinan ekstrem, desil 1 dan 2 bisa kita ubah nasibnya. Bisa kita hilangkan kemiskinan ekstrem di Indonesia. Saya percaya semua bisa terjadi, keberhasilan kita sangat banyak. Kalau dirinci panjang sekali,” kata Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo menggambarkan harapannya agar anak-anak dari kelompok rentan, termasuk anak pemulung, memiliki kesempatan yang sama untuk meraih profesi strategis. Negara, menurut dia, harus hadir untuk membuka peluang tersebut, terutama melalui pendidikan dan pembinaan sejak dini.
“Saya ingin anak-anak pemulung bisa jadi insinyur, bisa jadi dokter, bisa jadi pengusaha, ataupun jadi jenderal. Itu cita-cita saya, saya akan bangga melihat itu,” ujarnya.
Di hadapan para siswa Sekolah Rakyat, Prabowo juga menyoroti pentingnya keberanian sebagai modal untuk meraih keberhasilan. Ia meminta para peserta didik tidak ragu bercita-cita tinggi dan berjuang keluar dari keterbatasan sosial ekonomi.
“Sekali lagi kita harus berani! Harus berani, siapa yang berani, dia yang akan menang,” ujar Prabowo.
Peresmian Sekolah Rakyat di Banjarbaru menjadi bagian dari agenda pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Program tersebut digagas sebagai salah satu instrumen untuk mempercepat penurunan kemiskinan ekstrem, sejalan dengan target pemerintah pusat yang menempatkan isu ini sebagai prioritas pembangunan nasional hingga 2029.

0Komentar