Antarmuka aplikasi seluler ChatGPT di layar ponsel. | SOLEN FEYISSA/UNSPLASH


OpenAI akan mulai menguji penayangan iklan di ChatGPT untuk pertama kalinya, menandai pergeseran strategi bisnis perusahaan kecerdasan buatan tersebut. Uji coba dijadwalkan berlangsung dalam beberapa minggu ke depan di Amerika Serikat dan menyasar pengguna tingkat gratis serta pelanggan paket ChatGPT Go yang baru diluncurkan dengan tarif US$8 per bulan.

Dalam pernyataan resminya, OpenAI menyebut iklan akan muncul di bagian bawah respons ChatGPT ketika produk atau layanan bersponsor dinilai relevan dengan percakapan pengguna. Seluruh iklan akan diberi label jelas sebagai iklan. Pengguna berbayar di tingkat Plus, Pro, Business, dan Enterprise dipastikan tidak akan menerima iklan.

OpenAI menegaskan penayangan iklan tidak memengaruhi jawaban ChatGPT maupun alur percakapan. Perusahaan juga menyatakan tidak menjual data pengguna kepada pengiklan dan tetap menjaga privasi interaksi. Pengguna disediakan pengaturan untuk mengelola personalisasi iklan, termasuk opsi mematikan personalisasi sepenuhnya.

Selain itu, iklan tidak akan ditampilkan kepada pengguna berusia di bawah 18 tahun dan tidak akan muncul pada topik-topik sensitif seperti kesehatan, kesehatan mental, atau politik. 

OpenAI menyatakan periklanan ditempatkan sebagai upaya mendukung keberlanjutan layanan gratis dan berbiaya rendah, tanpa mengoptimalkan platform untuk meningkatkan waktu penggunaan.

Langkah ini mencerminkan perubahan sikap manajemen OpenAI. Pada 2024, CEO OpenAI Sam Altman menyebut iklan sebagai opsi terakhir dan mengaku tidak nyaman dengan konsep periklanan dalam layanan AI. Namun, pada pertengahan 2025, Altman mulai melonggarkan pandangan tersebut. Dalam sebuah podcast OpenAI, ia mengatakan menikmati iklan di platform seperti Instagram dan tidak sepenuhnya menutup pintu terhadap periklanan.

Sinyal serupa sebelumnya disampaikan CFO OpenAI Sarah Friar. Dalam wawancara dengan Financial Times pada Desember 2024, Friar mengatakan meski OpenAI tidak memiliki rencana aktif mengejar iklan, perusahaan tetap terbuka menjajaki sumber pendapatan baru di luar model langganan.

Tekanan finansial menjadi konteks penting kebijakan ini. Laporan The Information menyebut OpenAI diperkirakan membakar dana tunai sekitar US$17 miliar pada 2026, meningkat dari US$9 miliar pada 2025. Perusahaan diproyeksikan belum mencapai arus kas positif hingga 2029 atau 2030.

Dokumen internal yang dikutip laporan tersebut memperkirakan periklanan berpotensi menghasilkan pendapatan sekitar US$1 miliar mulai 2026, dengan peluang meningkat hingga US$25 miliar pada 2029. Saat ini, sekitar 95% pengguna ChatGPT masih mengakses layanan tanpa memberikan pendapatan langsung bagi perusahaan.

Di tengah itu, persaingan di pasar chatbot AI semakin ketat. Data Similarweb menunjukkan pangsa pasar Google Gemini naik dari 5,7% menjadi 21,5% dalam setahun terakhir. Pada periode yang sama, pangsa ChatGPT turun dari 86% menjadi 64%.

Pengumuman uji coba iklan ini bertepatan dengan peluncuran global ChatGPT Go, yang kini tersedia di lebih dari 170 negara dengan harga disesuaikan secara lokal. OpenAI menyebut ekspansi tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas akses layanan sekaligus mencari model bisnis yang lebih berkelanjutan.