Roket SLS dan wahana Orion terlihat di kompleks peluncuran Kennedy Space Center, Florida, jelang tahapan akhir persiapan misi Artemis II. | NASA

NASA bersiap memindahkan roket Space Launch System (SLS) beserta wahana antariksa Orion untuk misi Artemis II dari Vehicle Assembly Building menuju Launch Pad 39B di Kennedy Space Center, Florida. Tahap ini menjadi bagian krusial dari persiapan akhir misi berawak pertama ke Bulan dalam lebih dari lima dekade.

Roket setinggi 322 kaki itu menempuh jarak sekitar 6,4 kilometer menggunakan crawler-transporter-2, dengan waktu tempuh hingga 12 jam.

Setibanya di landasan peluncuran, tim teknis akan melanjutkan integrasi sistem dan serangkaian pengujian akhir. Salah satu tahapan utama adalah wet dress rehearsal yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Januari. Dalam latihan ini, lebih dari 700.000 galon propelan kriogenik akan dimuat ke dalam roket, sekaligus mensimulasikan hitung mundur peluncuran secara penuh.

“Kami semakin mendekati Artemis II, dengan rollout sudah di depan mata,” kata Lori Glaze, penjabat asisten administrator NASA’s Exploration Systems Development Mission Directorate, dalam pernyataan tertanggal 9 Januari. Ia menegaskan, “Kami masih memiliki langkah-langkah penting yang tersisa dalam perjalanan menuju peluncuran, dan keselamatan kru akan tetap menjadi prioritas utama kami di setiap langkah.”

NASA menargetkan jendela peluncuran Artemis II dibuka paling cepat pada 6 Februari dan berlangsung hingga April 2026. Pada fase awal, tanggal yang tersedia meliputi 6, 7, 8, 10, dan 11 Februari. Penetapan tanggal final akan ditentukan setelah evaluasi kesiapan misi usai wet dress rehearsal.

Artemis II akan membawa empat astronaut, yakni Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch dari NASA, serta Jeremy Hansen dari Badan Antariksa Kanada. Kru dijadwalkan menjalani misi sekitar 10 hari mengelilingi Bulan dan kembali ke Bumi tanpa melakukan pendaratan.

Dalam misi ini, Orion akan menempuh lintasan free-return, melintas di sekitar Bulan sebelum gaya gravitasi Bumi menarik wahana kembali untuk mendarat di Samudra Pasifik. Direktur penerbangan Jeff Radigan menjelaskan lintasan tersebut akan membawa para astronaut setidaknya sejauh 5.000 mil laut melewati Bulan, lebih jauh dibandingkan misi berawak sebelumnya.

Artemis II melanjutkan rangkaian program Artemis setelah keberhasilan Artemis I tanpa awak, yang diluncurkan pada November 2022 dan menyelesaikan penerbangan uji pada Desember tahun yang sama. Misi ini menjadi tahap penting sebelum Artemis III, yang menargetkan pendaratan kembali manusia di permukaan Bulan untuk pertama kalinya sejak Apollo 17 pada Desember 1972.

Administrator NASA Jared Isaacman dijadwalkan bergabung dengan kru Artemis II dalam sesi ketersediaan media yang direncanakan berlangsung bersamaan dengan proses peluncuran pada Sabtu pagi.