![]() |
| Presiden Donald Trump menyampaikan pidato selama Acara Transformasi Kesehatan Pedesaan di Ruang Timur Gedung Putih, Jumat, 16 Januari 2026. | The White House/Joyce N. Boghosian |
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu (24/1/2026) mengancam akan mengenakan tarif hingga 100% terhadap seluruh barang asal Kanada yang masuk ke pasar AS jika Ottawa tetap melanjutkan perjanjian dagang yang baru ditandatangani dengan China.
Ancaman itu menandai eskalasi tajam ketegangan diplomatik AS–Kanada dalam sepekan terakhir, di tengah kekhawatiran Washington bahwa Kanada dapat menjadi jalur transit bagi produk China ke pasar Amerika.
Ancaman tersebut disampaikan Trump melalui platform Truth Social, menyusul kesepakatan dagang bilateral Kanada–China yang diumumkan pertengahan Januari. Dalam pernyataannya, Trump menuduh pemerintah Kanada membuka peluang bagi China untuk menghindari hambatan dagang AS melalui negara tetangganya itu.
Ancaman tersebut ditegaskan kembali Trump dalam unggahan terpisah di Truth Social pada Sabtu. Presiden AS itu memperingatkan Washington akan mengenakan tarif hingga 100% terhadap seluruh barang Kanada yang masuk ke pasar AS apabila Ottawa tetap melanjutkan atau memperluas kesepakatan perdagangannya dengan China.
“Jika Kanada membuat kesepakatan dengan China, negara itu akan langsung dikenai tarif 100% terhadap semua barang dan produk Kanada yang masuk ke AS,” tulis Trump, dikutip dari CNBC Internasional, Minggu (25/1/2026).
Trump juga menyinggung kekhawatiran bahwa China akan memanfaatkan Kanada sebagai jalur untuk menghindari tarif tinggi yang selama ini diberlakukan AS terhadap produk-produk asal Beijing.
“Jika Gubernur Carney berpikir dia akan menjadikan Kanada sebagai ‘Pelabuhan Transit’ bagi China untuk mengirim barang dan produk ke Amerika Serikat, dia salah besar,” tulis Trump, merujuk pada Perdana Menteri Kanada Mark Carney.
Ancaman tarif ini mencerminkan perubahan sikap Trump dibandingkan respons awalnya terhadap kesepakatan Ottawa–Beijing. Ketika Carney mengumumkan perjanjian tersebut pada 17 Januari dalam kunjungan resmi ke Beijing, Trump sempat merespons dengan nada permisif.
“Itulah yang seharusnya dia lakukan,” kata Trump kepada Politico. “Jika Anda bisa mendapatkan kesepakatan dengan Tiongkok, Anda harus melakukannya.”
Berdasarkan kesepakatan tersebut, Kanada menurunkan tarif kendaraan listrik asal China dari 100% menjadi 6,1%, dengan kuota awal 49.000 unit per tahun yang meningkat hingga 70.000 unit dalam lima tahun.
Sebagai imbalannya, China memangkas tarif impor biji canola Kanada dari 84% menjadi sekitar 15%. Pemerintah Kanada menyatakan perjanjian ini berpotensi membuka akses pasar ekspor senilai lebih dari US$7 miliar bagi pelaku usaha domestik.
Hubungan kedua negara mulai memburuk setelah pidato Carney di Forum Ekonomi Dunia di Davos pada 20 Januari. Dalam pidato tersebut, Carney menyinggung adanya “perpecahan, bukan transisi” dalam tatanan internasional dan menyerukan negara-negara berdaya menengah untuk menolak paksaan ekonomi oleh kekuatan besar yang menggunakan tarif sebagai alat pengaruh.
Trump merespons pidato itu dalam forum yang sama dengan pernyataan keras. Ia mengatakan Kanada “mendapat banyak keuntungan gratis” dari AS dan “seharusnya bersyukur.” Ia menambahkan, “Kanada bisa hidup karena Amerika Serikat. Ingat itu, Mark, saat kamu membuat pernyataan berikutnya.”
Carney menanggapi pernyataan tersebut dari Quebec City dengan menegaskan, “Kanada tidak hidup karena Amerika Serikat. Kanada berkembang karena kami orang Kanada.”
Ketegangan juga meluas ke isu keamanan. Mengutip Associated Press, Trump menuduh Kanada menentang rencana sistem pertahanan rudal Golden Dome yang ia usulkan di wilayah Greenland.
Dalam unggahan terpisah di Truth Social, Trump menyatakan Ottawa “memilih untuk berbisnis dengan China, yang akan ‘melahap mereka’ dalam tahun pertama.”
Pemerintah AS memperkirakan biaya sistem tersebut sekitar US$175 miliar, sementara proyeksi Congressional Budget Office menyebutkan bahwa komponen interseptor berbasis luar angkasa saja dapat menelan biaya hingga US$542 miliar selama 20 tahun.
Di sisi perdagangan, Kanada saat ini telah menghadapi tarif 35% atas berbagai ekspor ke AS, serta pungutan 50% untuk baja dan aluminium. Penerapan tarif 100% akan menjadi eskalasi signifikan, mengingat sekitar 70% total ekspor Kanada masih mengalir ke pasar AS.
China merupakan mitra dagang terbesar kedua Kanada setelah AS, dengan nilai perdagangan barang dua arah mencapai US$118,9 miliar pada 2024. Pemerintahan Carney menargetkan peningkatan ekspor Kanada ke China sebesar 50% pada 2030 sebagai bagian dari strategi diversifikasi perdagangan guna mengurangi ketergantungan pada pasar Amerika.

0Komentar