![]() |
Bus Mercedes-Benz rakitan Cikarang diekspor ke Thailand. Foto: | Daimler Indonesia |
Indonesia mencatat ekspor perdana bus utuh Mercedes-Benz ke Thailand. Daimler Commercial Vehicles Manufacturing Indonesia (DCVMI) bersama Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI) mengirimkan bus Mercedes-Benz OH 1626 L Euro 5 yang sepenuhnya dirakit di pabrik Cikarang pada awal 2026. Pengapalan ini menjadi pengiriman pertama unit bus lengkap Mercedes-Benz dari Indonesia ke Thailand untuk pasar ASEAN.
Bus yang diekspor menggunakan bodi Legacy SR3 Neo Panorama produksi PT Laksana Bus Manufaktur. Pengiriman tersebut menandai kolaborasi antara manufaktur sasis dan karoseri nasional dalam menghadirkan kendaraan komersial utuh yang memenuhi standar keselamatan Eropa dan kawasan.
Sebelum ekspor unit lengkap, DCVMI lebih dahulu mengekspor sasis bus Mercedes-Benz 1626 L Euro 5 tanpa bodi ke sejumlah negara ASEAN pada Agustus 2025. Ekspor bus utuh ke Thailand dilakukan hanya beberapa bulan setelah pabrik DCVMI di Cikarang diresmikan pada 10 Juni 2025.
Pabrik DCVMI berdiri di atas lahan 15 hektare dengan nilai investasi sekitar Rp500 miliar. Fasilitas ini memiliki kapasitas produksi hingga 5.000 unit sasis truk dan bus Mercedes-Benz per tahun dan disiapkan sebagai basis produksi regional, termasuk untuk kebutuhan ekspor, sebagaimana diberitakan VOI dan iNews.
Bus Mercedes-Benz OH 1626 L Euro 5 yang dikirim ke Thailand dirancang sesuai regulasi keselamatan Eropa dan Asia Tenggara. Unit ini dilengkapi sistem anti-lock braking system (ABS) sebagai standar, konfigurasi mesin belakang (rear engine), serta memenuhi ketentuan UNECE R66, R118, R43, R80, dan R14 yang menjadi prasyarat utama penerimaan kendaraan di pasar Thailand.
Direktur Utama DCVMI Shravana T. Kumar menyampaikan bahwa ekspor tersebut mencerminkan kesiapan industri otomotif nasional dalam menyediakan solusi bus lengkap berstandar global.
“Peluncuran bus utuh ini menunjukkan kemampuan Indonesia dalam memproduksi kendaraan yang memenuhi standar keselamatan Eropa dan regional yang ketat,” ujar Shravana, dikutip CNN Indonesia.
Dari sisi karoseri, PT Laksana Bus Manufaktur memastikan bodi Legacy SR3 Neo Panorama telah disesuaikan dengan regulasi teknis Thailand. Direktur Komersial Laksana Alvin Arman menyebut unit ekspor ini membuktikan bodi bus buatan Indonesia mampu memenuhi standar keselamatan Eropa sekaligus kebutuhan spesifik pasar tujuan. Pernyataan tersebut disampaikan Alvin kepada Otodriver.
Selain aspek keselamatan, sasis OH 1626 L Euro 5 dibekali teknologi emisi Euro 5, suspensi udara, dan konstruksi space frame. DCVMI menargetkan tingkat kandungan lokal sekitar 60% untuk bus lengkap, yang diharapkan memperkuat rantai pasok domestik.
Pemerintah turut memberikan apresiasi atas langkah ekspor ini. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai kehadiran pabrik DCVMI di Cikarang dan pengiriman bus utuh ke Thailand memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi kendaraan komersial di kawasan, sekaligus membuka peluang penyerapan tenaga kerja dan peningkatan nilai tambah industri nasional.

0Komentar