![]() |
| bagian depan kokpit jet tempur Dassault Rafale. | Instagram/@militer.udara |
Upacara penerimaan tiga pesawat tempur Rafale B F4 pertama untuk TNI Angkatan Udara berlangsung di fasilitas Dassault Aviation, Merignac, Prancis, pada 1 Desember 2025. Acara ini dihadiri delegasi tinggi TNI AU dan perwakilan Kementerian Pertahanan untuk menuntaskan serangkaian pemeriksaan teknis, verifikasi airworthiness, serta pembahasan pemeliharaan sebelum pesawat diberangkatkan ke Indonesia pada Januari 2026. Ketiga pesawat berkode T-0301, T-0302, dan T-0303 itu akan ditempatkan di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.
Tahap penerimaan ini menjadi langkah awal modernisasi kekuatan udara Indonesia setelah kontrak pembelian 42 unit Rafale diteken pada 2022. Pemeriksaan fisik, uji sistem, dan test flight dilakukan bersama tim teknis Dassault Aviation, Safran, dan Thales untuk memastikan seluruh komponen memenuhi standar operasional.
TNI AU menyebutkan proses tersebut penting karena pesawat akan menjalani perjalanan jarak jauh sebelum memasuki fase integrasi operasional di Indonesia.
Wakasau Marsma TNI Djaka Budi Putra yang memimpin delegasi mengatakan, dalam keterangan singkat yang disampaikan di lokasi, bahwa Indonesia ingin memastikan seluruh aspek keselamatan dan kesiapan teknis terpenuhi sejak awal.
“Kami mengapresiasi dukungan industri Prancis dalam proses penerimaan dan pelatihan yang berjalan sejauh ini,” ujarnya. Menurut dia, pelatihan pilot dan teknisi TNI AU telah berlangsung di Merignac sebagai bagian dari paket pengadaan.
Di sisi lain, Dassault Aviation menyampaikan bahwa varian Rafale B F4 yang dikirim ke Indonesia sudah dilengkapi peningkatan avionik, data fusion, serta sistem peperangan elektronik terbaru. Perusahaan itu menyebut konfigurasi dual-seater mendukung kebutuhan pelatihan dan misi kompleks yang menjadi bagian dari konsep omnirole Rafale.
Ketiga pesawat merupakan batch pertama dari total enam unit yang direncanakan tiba dalam fase awal pengiriman. Sejauh ini, paket persenjataan yang menyertai pengiriman perdana belum diungkapkan secara rinci, dan proses integrasi senjata akan dilakukan bertahap setelah pesawat tiba di Indonesia. TNI AU menyatakan fokus utama saat ini adalah memastikan kesiapan armada dan kelancaran pemindahan logistik pendukung.
Pengiriman Rafale dijadwalkan tiba di Pekanbaru pada Januari 2026 setelah menyelesaikan ferry flight dari Prancis. Sesampainya di Indonesia, pesawat akan menjalani uji operasional awal sebelum masuk ke satuan tempur yang telah disiapkan.
Pemerintah menilai pengadaan Rafale menjadi bagian dari program jangka panjang penguatan kemampuan udara sekaligus memperdalam kerja sama pertahanan dengan Prancis.

0Komentar