Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak meninjau lokasi yang akan dibangun Kampung Haji Indonesia di Kota Makkah (20/10). | Humas Kemenhaj


Pemerintah Indonesia masuk dalam dua besar kandidat pada proses bidding lahan Kampung Haji di Mekkah, Arab Saudi, dari sekitar 90 peserta yang mengikuti lelang. Perkembangan itu dilaporkan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga CEO Danantara, Rosan Roeslani, kepada Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 17 Desember 2025. Lahan yang diperebutkan berada di kawasan Western Hindawiyah, sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram, dan dinilai strategis bagi pengembangan fasilitas haji.

Proses seleksi tidak menggunakan skema adu harga. Pemerintah Arab Saudi menetapkan nilai lahan sekitar US$750 juta, sementara peserta dinilai berdasarkan rencana pembangunan, desain, serta kepatuhan terhadap regulasi setempat. Rosan menjelaskan mekanisme tersebut menitikberatkan pada kualitas proposal dan kesesuaian teknis, bukan besaran penawaran.

Hasil bidding diperkirakan diumumkan dalam waktu dekat, antara akhir Desember 2025 hingga Januari 2026. Menurut Rosan, pemerintah telah menyampaikan seluruh dokumen dan rencana yang dipersyaratkan dalam proses penilaian.

Di sisi lain, pemerintah juga bergerak melalui akuisisi tahap awal. Sebuah hotel di kawasan Thakher beserta lahan seluas 5 hektare telah dibeli melalui skema conditional sales and purchase agreement. Hotel tersebut memiliki 1.461 kamar yang tersebar di tiga menara dan dapat menampung 4.383 jemaah haji Indonesia.

Pada lahan yang sama, pemerintah berencana membangun 13 menara tambahan serta satu pusat perbelanjaan. Total kapasitas nantinya mencapai 6.025 kamar dengan daya tampung lebih dari 23.000 jemaah. Informasi ini sebelumnya disampaikan Rosan dalam keterangan kepada sejumlah media nasional.

Rosan menegaskan Kampung Haji Indonesia akan diprioritaskan bagi jemaah Indonesia, meski tidak tertutup kemungkinan dimanfaatkan oleh warga negara asing. 

“Bukan hanya jemaah Indonesia yang ada di sana. Kita terbuka, tetapi tentunya kita prioritaskan untuk jemaah Indonesia,” ujarnya saat menjelaskan konsep pengelolaan kawasan tersebut.

Kepemilikan aset oleh institusi asing di Arab Saudi dimungkinkan seiring perubahan aturan yang akan berlaku mulai Januari 2026. Ketentuan baru ini membuka ruang bagi negara lain, termasuk Indonesia, untuk memiliki dan mengelola properti tertentu di wilayah Kerajaan.

Pembangunan Kampung Haji Indonesia merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang dibahas langsung dalam pertemuan dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman pada awal Mei 2025. Sejak saat itu, Rosan menyebut telah melakukan empat kali kunjungan ke Arab Saudi dalam enam bulan terakhir guna menindaklanjuti proyek tersebut.

Danantara ditunjuk sebagai pihak yang membiayai pembelian aset dan pengembangan kawasan. Pembangunan fisik ditargetkan mulai pada kuartal IV 2026, setelah seluruh proses akuisisi lahan dan perizinan rampung.