![]() |
| Presiden Prabowo Subianto menyalurkan 200 becak listrik kepada tukang becak di DIY. | RRI |
Ratusan tukang becak menerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto di kawasan Museum H.M. Soeharto, Sedayu, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (23/12/2025). Sebanyak 200 unit becak listrik senilai Rp22 juta per unit dibagikan kepada penarik becak dari berbagai kabupaten dan kota di DIY melalui Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Hediati Soeharto.
Penyerahan tersebut merupakan bagian dari program penyaluran hampir 6.000 unit becak listrik yang telah didistribusikan Prabowo ke sejumlah daerah di Indonesia. Seluruh bantuan bersumber dari dana pribadi Presiden Prabowo dan tidak menggunakan anggaran negara.
Di DIY, distribusi becak listrik mencakup 89 unit untuk Kabupaten Bantul, 44 unit untuk Kota Yogyakarta, 29 unit untuk Kulon Progo, 14 unit untuk Gunungkidul, serta enam unit tambahan yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). Data itu disampaikan panitia penyaluran di sela kegiatan.
Program becak listrik dilatarbelakangi keprihatinan Presiden terhadap kondisi tukang becak lanjut usia yang masih mengandalkan tenaga fisik untuk bekerja.
Wakil Ketua GSN, Nanik S. Deyang, menyebut sebagian besar penerima bantuan berusia di atas 60 tahun dan masih harus mengayuh becak, bahkan dalam kondisi menyewa kendaraan.
“Banyak dari mereka sudah berusia 60 sampai 70 tahun dan masih mengayuh becak setiap hari. Dengan becak listrik ini, mereka tidak perlu lagi mengandalkan tenaga fisik. Di beberapa daerah, pendapatan tukang becak bahkan bisa meningkat dua hingga tiga kali lipat,” ujar Nanik.
Becak listrik yang disalurkan merupakan produksi PT Pindad. Kendaraan tersebut dilengkapi baterai dengan daya tempuh hingga 25 kilometer, mampu membawa beban maksimal 110 kilogram, dan memiliki kecepatan hingga 15 kilometer per jam.
Pengisian daya dapat dilakukan secara gratis di kantor DPD dan DPC Partai Gerindra, dengan dukungan pemerintah daerah untuk memperluas akses pengisian di tingkat kabupaten dan kota.
Pemerintah Kabupaten Bantul menyambut positif program tersebut. Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, menilai becak listrik dapat menjaga keberlanjutan becak sebagai moda transportasi khas Yogyakarta sekaligus mengurangi polusi di kawasan perkotaan.
“DIY ini kota budaya. Becak masih menjadi transportasi khas yang digemari wisatawan. Selama ini, sebagian becak menggunakan mesin yang menimbulkan polusi. Karena itu, kami mengapresiasi bantuan becak listrik ini,” kata Aris.
Titiek Soeharto menegaskan peralihan ke becak listrik tidak dimaksudkan menghilangkan nilai budaya. Menurut dia, becak tetap menjadi bagian dari identitas Yogyakarta yang lekat dengan keramahan dan kesederhanaan para pengemudinya.
“Becak bukan sekadar alat transportasi, tetapi bagian dari wajah budaya Jogja. Transformasi ini dilakukan tanpa menghilangkan kearifan lokal yang sudah melekat,” tutur Titiek.
Salah satu penerima bantuan, Dalijo, penarik becak asal Pandak, Bantul, mengaku bantuan tersebut meringankan pekerjaannya. Dalijo yang telah menarik becak sejak 1980 mengatakan kini tidak lagi harus mengandalkan tenaga fisik sepenuhnya.
“Sudah berat kalau harus ngayuh terus. Sekarang tinggal ngulir, jadi masih bisa kerja,” ujarnya.
Acara penyerahan bantuan ditutup dengan konvoi becak listrik mengelilingi kawasan Sedayu. Berdasarkan data pemerintah daerah, jumlah tukang becak di DIY saat ini tercatat lebih dari 2.600 orang, dan penyaluran becak listrik disebut akan dilanjutkan secara bertahap.

0Komentar