![]() |
| Pasukan Pakistan berpatroli di sepanjang perbatasan Pakistan-Afghanistan di pos Big Ben di distrik Khyber, provinsi Khyber Pakhtunkhwa pada 3 Agustus 2021. | Aamir Qureshi/AFP |
Pasukan Pakistan dan Afghanistan kembali terlibat saling tembak menggunakan senjata berat di sepanjang perbatasan dekat penyeberangan strategis Chaman pada Jumat malam. Insiden yang dikonfirmasi pejabat kedua negara itu terjadi di distrik Spin Boldak, Provinsi Kandahar, Afghanistan, dan berlangsung tanpa laporan korban jiwa maupun kerusakan.
Bentrokan pecah saat gencatan senjata yang berlaku sejak 19 Oktober hasil mediasi Qatar sejauh ini masih bertahan di tengah ketidakpercayaan mendalam antara Islamabad dan Kabul.
Pertukaran tembakan terjadi hanya sehari setelah Pakistan menyetujui pembukaan akses terbatas bagi pasokan bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui pos Chaman dan Torkham, yang sebagian besar ditutup sejak bentrokan mematikan Oktober lalu. Langkah tersebut dipandang sebagai upaya meredakan krisis kemanusiaan yang menekan jutaan warga Afghanistan.
Dalam pernyataannya, pejabat polisi Pakistan Mohammad Sadiq menyebutkan bahwa pasukan Afghanistan melepaskan tembakan terlebih dahulu di dekat Chaman, sehingga mendorong pasukan Pakistan membalas.
Namun, juru bicara pemerintah Taliban Afghanistan Zabihullah Mujahid menyatakan sebaliknya. Ia menulis di X bahwa Pakistan meluncurkan serangan tanpa provokasi di Spin Boldak dan memaksa pasukan Afghanistan merespons.
Di sisi lain, juru bicara Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Mosharraf Zaidi, menolak tuduhan tersebut dan menegaskan pasukan Pakistan “tetap berkomitmen melindungi integritas teritorial negara”.
Gencatan senjata rawan gagal
Bentrokan Jumat malam menyoroti rentannya kesepakatan penghentian tembak-menembak yang disepakati di Doha setelah rangkaian kekerasan pada Oktober menewaskan puluhan tentara, warga sipil, dan tersangka militan. Data United Nations Assistance Mission in Afghanistan (UNAMA) menunjukkan 37 warga sipil tewas dan lebih dari 400 orang terluka selama eskalasi bulan tersebut.
Pembicaraan lanjutan di Istanbul pada akhir Oktober pun berakhir tanpa hasil setelah empat hari. Pakistan meminta jaminan bahwa wilayah Afghanistan tidak digunakan oleh Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP) untuk melancarkan serangan di dalam negeri.
Pemerintah Taliban membantah memberikan perlindungan bagi kelompok tersebut dan menyatakan Islamabad perlu menghormati kedaulatan Afghanistan.
Sejumlah analis keamanan memperkirakan 6.000–6.500 anggota TTP saat ini beroperasi di Afghanistan dan semakin berani sejak Taliban kembali berkuasa pada 2021. Pakistan mengalami lonjakan serangan yang dikaitkan dengan TTP, yang mengusung agenda pembentukan emirat berbasis interpretasi ketat hukum Islam.
Sengketa lama di garis Durand
Garis Durand sepanjang 2.640 kilometer, yang ditetapkan Inggris pada 1893, tetap menjadi isu fundamental dalam hubungan kedua negara. Tidak ada pemerintahan Afghanistan termasuk Taliban yang mengakui keabsahannya. Afghanistan juga menentang pembangunan pagar perbatasan oleh Pakistan dan memperdebatkan beberapa segmen garis demarkasi di lapangan.
Meski hubungan kedua negara berada dalam kebuntuan berkepanjangan, gencatan senjata yang disepakati pada Oktober sebagian besar masih berjalan.
Keputusan Pakistan untuk kembali membuka jalur pengiriman bantuan kemanusiaan dinilai sebagai langkah kecil namun krusial untuk menjaga ruang dialog di tengah situasi yang mudah berubah.

0Komentar