![]() |
| Fadli Zon (paling kiri) dan beberapa pria lainnya sedang mengamati bebatuan di area Candi Borobudur. | Kemenbud |
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan pentingnya penggunaan teknologi mutakhir dalam percepatan revitalisasi Candi Borobudur saat meninjau Balai Konservasi Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, 30 November 2025. Kunjungan tersebut menjadi penutup rangkaian agenda kerjanya di wilayah Jawa Tengah dan berfokus pada pemantauan kemajuan pemugaran situs World Heritage UNESCO itu.
Pemerintah tengah menyiapkan tahapan revitalisasi lanjutan Borobudur dengan pendekatan modern untuk meningkatkan efisiensi pengerjaan. Fadli menyebutkan bahwa pemugaran kini dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital, mulai dari analisis visual hingga pemetaan struktur.
Langkah ini melanjutkan tradisi konservasi dari masa awal abad ke-20 ketika Theodoor van Erp dan Willem Stutterheim melakukan rekonstruksi Borobudur berdasarkan batu-batu asli yang tersisa.
“Kita sekarang sudah bisa menggunakan foto, diolah dengan komputer, dan teknologi lain supaya memudahkan. Kita juga bisa analisis menggunakan teknik 3D,” ujar Fadli di lokasi peninjauan.
Ia menambahkan bahwa sejumlah pertemuan teknis diperlukan sebelum proses rekonstruksi dijalankan. “Kementerian Kebudayaan sudah melakukan rekonstruksi dari apa yang ada,” jelasnya.
Fadli menyoroti penggunaan fotogrametri sebagai teknologi yang memungkinkan pembuatan model digital tiga dimensi untuk memetakan kerusakan batu, merencanakan posisi batu rekonstruksi, hingga melakukan simulasi pemugaran tanpa menyentuh struktur asli.
Menurutnya, pendekatan ini menghemat waktu, biaya, dan tenaga, sekaligus mengurangi risiko kesalahan teknis dalam proses konservasi.
Menbud menekankan bahwa pelestarian cagar budaya adalah kerja bersama yang harus melibatkan pemerintah, masyarakat, arkeolog, sejarawan, hingga pelajar.
Pendekatan partisipatif ini disebut penting agar revitalisasi tidak hanya menjaga nilai historis Borobudur, tetapi juga mendukung ekonomi kreatif di wilayah sekitar.
“Kita harapkan dalam waktu dekat, dan jika prosesnya berjalan dengan lancar, kita bisa melakukan rekonstruksi Candi Borobudur dengan sebaik-baiknya,” kata Fadli.
Dalam peninjauan tersebut, Fadli didampingi Staf Khusus Menteri Bidang Protokoler dan Rumah Tangga Rachmanda Primayudha, Kepala Museum dan Cagar Budaya Indira Esti Nurjadin, serta Penanggung Jawab Unit Warisan Dunia Borobudur Wiwit Kasiyati.

0Komentar