![]() |
| Bantuan medis dari Malaysia di Bandara SIM, Aceh Besar. | Posko Penanggulangan Bencana Hidrometreologi Aceh |
Bantuan medis dari Malaysia berupa dua ton obat-obatan dan alat kesehatan tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Sabtu (29/11/2025) pukul 19.00 WIB. Kiriman itu diangkut dengan pesawat kargo khusus dari Kuala Lumpur dan menjadi bantuan medis internasional pertama yang masuk pascabencana banjir dan longsor yang melanda Aceh serta sejumlah wilayah di Sumatera.
Paket bantuan tersebut dikirim oleh lembaga kemanusiaan Malaysia bersama tim penyelamat, termasuk Gomez Medical Services dan Blue Sky Rescue Malaysia, untuk memperkuat kebutuhan darurat di lapangan. Selain obat-obatan, Malaysia juga mengerahkan tim dokter dan tenaga medis untuk membantu penanganan korban di lokasi terdampak.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyebutkan bantuan itu akan langsung disalurkan begitu proses administrasi selesai.
“Saya pastikan bantuan sembako dan obat-obatan itu akan langsung didistribusikan setiba di Aceh. Saya arahkan ke Aceh Utara karena paling dampak berat,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa “obat-obat ini sumbangan rakyat Malaysia”.
Bencana hidrometeorologi akibat hujan ekstrem dan siklon Senyar sejak 22 November memicu banjir besar, longsor, dan kerusakan infrastruktur di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pemerintah Aceh menetapkan status tanggap darurat hingga 11 Desember seiring meningkatnya kebutuhan logistik dan layanan kesehatan.
Selain bantuan Malaysia, pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan RI telah mengintensifkan respons kesehatan dengan mengirimkan obat-obatan, bahan medis habis pakai, oxygen concentrator, serta menyiagakan puskesmas, rumah sakit, layanan kesehatan mobile, dan posko kesehatan di lokasi pengungsian.
Bantuan logistik nasional, termasuk tenda pengungsian, perahu evakuasi, genset, dan peralatan komunikasi, turut dikerahkan untuk mempercepat penanganan bencana.
Kedatangan bantuan internasional ini menambah suplai obat infeksi, antibiotik, perlengkapan steril, serta alat medis yang dibutuhkan untuk menangani luka, penyakit kulit, gangguan pernapasan, dan risiko kesehatan lain yang muncul di pengungsian.
Tim medis Malaysia bekerja bersama tenaga kesehatan lokal untuk mempercepat respons darurat, terutama di Aceh Utara, yang menjadi daerah prioritas karena terdampak paling parah.
Sejauh ini, ribuan warga telah dievakuasi, dan distribusi logistik serta bantuan medis terus dilakukan untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses akibat kerusakan infrastruktur dan kondisi cuaca ekstrem.

0Komentar