Sebuah jet tempur F-16 Angkatan Udara Polandia melepaskan suar selama pertunjukan udara di Radom, Polandia, pada 27 Agustus 2011. | AP


Jet tempur Polandia melakukan pengejaran darurat pada pagi Hari Natal untuk mencegat pesawat pengintai Rusia yang terbang dekat wilayah udara negara itu di atas Laut Baltik. Insiden pada Rabu (25/12) tersebut menambah rangkaian kejadian yang membuat negara-negara NATO di sisi timur berada dalam kewaspadaan tinggi, terutama selama periode liburan.

Menurut Angkatan Bersenjata Polandia, pesawat Rusia itu terdeteksi terbang di atas perairan internasional tanpa mengajukan rencana penerbangan dan dengan transponder dimatikan.

Jet tempur Polandia kemudian dikerahkan untuk melakukan identifikasi visual sebelum mengawal pesawat tersebut menjauh dari area tanggung jawab udara Polandia. Informasi ini disampaikan otoritas militer Polandia kepada Anadolu Agency.

Pencegatan di Laut Baltik tersebut terjadi hampir bersamaan dengan deteksi puluhan objek yang memasuki wilayah udara Polandia dari arah Belarus pada malam sebelumnya. 

Setelah dilakukan pemeriksaan, otoritas keamanan menyatakan objek-objek itu merupakan balon yang digunakan untuk penyelundupan. Meski demikian, jumlah dan waktu kemunculannya mendorong peningkatan status siaga.

Biro Keamanan Nasional Polandia menyebut dua kejadian itu berlangsung dalam rentang waktu yang sensitif. Lembaga tersebut memperingatkan bahwa rangkaian insiden ini berpotensi merupakan provokasi yang disengaja dan disamarkan sebagai aktivitas kriminal lintas batas. 

Untuk menjaga keselamatan penerbangan sipil, Polandia sempat menutup sebagian wilayah udara di atas Podlaskie, kawasan timur laut yang berbatasan langsung dengan Belarus.

Insiden pada Hari Natal ini menambah daftar pelanggaran dan manuver udara Rusia di sepanjang perbatasan timur NATO dalam beberapa bulan terakhir. 

Sejak September, sejumlah negara anggota aliansi melaporkan pelanggaran serius, termasuk insiden ketika tiga jet tempur MiG-31 Rusia memasuki wilayah udara Estonia selama sekitar 12 menit pada 19 September.

Di Polandia sendiri, lebih dari 20 drone Rusia dilaporkan memasuki wilayah udara pada awal September. Kejadian tersebut mendorong NATO meluncurkan Operation Eastern Sentry, sebuah inisiatif militer untuk memperkuat postur pertahanan di sepanjang seluruh sisi timur aliansi, sebagaimana diumumkan NATO dan dikonfirmasi Reuters.

Di sisi lain, balon penyelundupan dari Belarus telah menjadi persoalan keamanan tersendiri bagi negara-negara Baltik. Lithuania pada Desember lalu menetapkan status darurat setelah balon-balon serupa memaksa penutupan Bandara Vilnius sedikitnya 15 kali sejak Oktober dan mengganggu perjalanan lebih dari 45.000 penumpang. 

Meski kerap dikaitkan dengan penyelundupan rokok, pejabat di Lithuania dan Polandia menilai aktivitas tersebut berpotensi dimanfaatkan sebagai bagian dari taktik hybrid warfare.

Dalam pernyataan publik pada Desember, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menyebut Rusia telah meningkatkan aktivitas terselubung terhadap negara-negara anggota aliansi, termasuk pelanggaran wilayah udara dan ancaman terhadap infrastruktur kritis. 

Ia menegaskan NATO akan menggunakan seluruh instrumen militer dan nonmiliter yang diperlukan untuk mempertahankan wilayahnya, dengan komitmen terhadap Pasal 5 tetap berlaku penuh, sebagaimana disampaikan dalam transkrip resmi NATO.