![]() |
| sistem pertahanan udara jarak menengah bergerak Type 03 Chū-SAM (Middle-range Surface-to-Air Missile), yang digunakan oleh Angkatan Bela Diri Jepang. | Weapon System/Wikipedia/SA 4.0 |
Tokyo dilaporkan tengah mempertimbangkan ekspor sistem pertahanan udara Tipe 03 Chu-SAM ke Filipina, menurut laporan Kyodo News yang beredar awal pekan ini. Konsultasi informal antara pemerintah Jepang dan Manila disebut telah dibahas sejak akhir November, sebagai bagian dari rencana Jepang melonggarkan aturan ekspor alutsista yang selama ini dibatasi oleh kerangka pascaperang.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa proses peninjauan ekspor akan dapat dimulai setelah Tokyo menghapus pembatasan “lima kategori” yang mengatur jenis peralatan militer yang boleh dijual ke luar negeri. Kebijakan baru diperkirakan dapat berlaku paling cepat pada paruh pertama tahun depan.
Selama beberapa dekade pasca-Perang Dunia II, Jepang mempertahankan kebijakan “berorientasi pertahanan eksklusif” yang membatasi kemampuan ekspor sistem persenjataannya.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir pemerintah memperluas ruang gerak industri pertahanan domestik, termasuk melalui revisi bertahap Three Principles on Transfer of Defense Equipment and Technology.
Laporan Kyodo News menyebut langkah ekspor Tipe 03 akan menjadi bagian dari upaya Jepang mendefinisikan ulang peran militernya di kawasan. Sistem Chu-SAM merupakan rudal darat-ke-udara jarak menengah yang mampu menargetkan pesawat dan rudal jelajah, serta digunakan Pasukan Bela Diri Jepang di sejumlah titik strategis, termasuk dekat wilayah Taiwan.
Chen Hong, Direktur Eksekutif Pusat Studi Asia Pasifik di East China Normal University, mengatakan rencana ekspor ini mencerminkan pergeseran besar Jepang dari kebijakan pasifisnya. Ia menilai langkah tersebut berpotensi mempercepat perlombaan senjata dan meningkatkan risiko salah perhitungan strategis di Asia Timur.
Dalam analisisnya, Chen juga menyinggung Perjanjian Akses Timbal Balik Jepang–Filipina yang mulai berlaku pada September lalu, yang memungkinkan pasukan Jepang beroperasi di wilayah Filipina. Menurutnya, kerja sama pertahanan yang makin erat itu dapat memengaruhi stabilitas regional.
Zamir Ahmed Awan dari Global Silk Route Research Alliance di Pakistan memberikan penilaian serupa. Ia menyebut kebijakan pelonggaran ekspor senjata sebagai “perubahan signifikan” dalam postur militer Jepang dan memperingatkan bahwa langkah tersebut dapat memunculkan kekhawatiran baru bagi negara-negara Asia yang memiliki pengalaman historis dengan militerisme Jepang.
Kementerian Pertahanan Jepang telah menanggapi laporan Kyodo News dengan menyatakan tidak ada rencana resmi terkait ekspor Tipe 03 sejauh ini. Namun, pemerintah tidak menampik adanya diskusi mengenai peninjauan kebijakan ekspor secara umum, termasuk kemungkinan ekspor sistem pertahanan lainnya ke negara mitra.
Sejauh ini, Filipina belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan tersebut, namun Manila diketahui tengah memperkuat jaringan pertahanan udara dan modernisasi militer melalui kemitraan dengan Jepang dan Amerika Serikat.

0Komentar