Tempat perlindungan di atas sisa-sisa reaktor nuklir Unit 4 di pembangkit listrik tenaga nuklir Chornobyl dekat kota Chornobyl, Ukraina. | Sergey Dolzhenko/EPA-EFE


Pelindung pengaman di fasilitas nuklir Chornobyl, Ukraina, dipastikan kehilangan fungsi keselamatan utamanya setelah dihantam serangan drone pada Februari lalu. Informasi itu disampaikan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dalam laporan terbarunya, Jumat (5/12), meski lembaga tersebut menegaskan bahwa tingkat radiasi di area itu tetap stabil dan tidak ada indikasi kebocoran.

IAEA menjelaskan serangan terjadi pada 14 Februari sekitar pukul 01.50 waktu setempat, ketika sebuah drone yang membawa hulu ledak berdaya ledak tinggi menghantam atap New Safe Confinement (NSC)—struktur baja raksasa yang menutupi sisa reaktor No. 4 yang meledak pada 1986. 

Benturan itu menimbulkan kebakaran singkat serta menciptakan lubang berdiameter sekitar enam meter yang menembus lapisan kelongsong luar dan dalam.

Dalam keterangannya, Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi mengatakan NSC telah kehilangan fungsi keselamatan utamanya, termasuk kemampuan penahan. Namun demikian, ia menambahkan bahwa elemen penahan beban dan sistem pemantauan tidak mengalami kerusakan permanen dan masih berfungsi sejauh ini.

Serangan tersebut memengaruhi area sekitar 200 meter persegi di bagian atap struktur. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut Rusia berada di balik serangan itu dan menilainya sebagai tindakan terhadap pelindung yang melindungi dunia dari radiasi. 

Di sisi lain, Moskow membantah terlibat. IAEA, sebagaimana lazimnya, tidak memberikan atribusi dan hanya menilai aspek teknis dampak serangan.

Petugas darurat Ukraina berhasil memadamkan api beberapa jam setelah insiden. Pengukuran radiasi yang dilakukan otoritas setempat dan tim IAEA menunjukkan tingkat radiasi tetap normal tanpa adanya pelepasan material berbahaya. 

Ukraina telah menuntaskan sejumlah perbaikan sementara, tetapi IAEA menekankan perlunya pemulihan komprehensif untuk memastikan keselamatan jangka panjang sarana tersebut.

Struktur NSC dan warisan bencana 1986

NSC adalah struktur lengkung baja senilai €1,5 miliar yang selesai dibangun pada 2019 dengan dukungan lebih dari 40 negara. Bangunan setinggi 108 meter dan membentang 260 meter itu dirancang untuk menahan sisa material radioaktif dan memastikan sarcophagus lama yang dibangun tergesa-gesa setelah bencana 1986 tidak kembali mengalami kegagalan struktural.

Ledakan reaktor 4 pada 1986 menewaskan puluhan pekerja dalam waktu singkat dan menyebarkan material radioaktif ke berbagai wilayah Eropa. Sejak itu, Chernobyl menjadi salah satu lokasi pengawasan nuklir paling sensitif secara global.

Pemeriksaan struktur pasca-serangan

IAEA melakukan kunjungan ke Chornobyl pekan lalu sebagai bagian dari rangkaian inspeksi terhadap kerusakan fasilitas energi Ukraina selama perang. Lembaga itu menyebut kondisi struktur perlu perhatian serius untuk mencegah degradasi tambahan, mengingat NSC awalnya dirancang untuk bertahan setidaknya 100 tahun.

Rusia sebelumnya menduduki kompleks Chornobyl selama lebih dari sebulan pada awal invasi 2022 sebelum menarik pasukannya. Sejak itu, kawasan tersebut beberapa kali menjadi perhatian internasional terkait risiko keamanan nuklir yang muncul dari konflik bersenjata.

IAEA menyatakan akan melanjutkan pemantauan rutin dan bekerja sama dengan otoritas Ukraina untuk memverifikasi langkah mitigasi serta rencana perbaikan lanjutan.