![]() |
| Truk berisi bantuan dari China bersiap berangkat dari gudang Organisasi Amal Hashemite Yordania di Zarqa, Yordania pada 18 Februari 2025. | ANTARA/Xinhua/Mohammad Abu Ghosh |
Presiden China Xi Jinping mengumumkan komitmen bantuan kemanusiaan sebesar US$100 juta untuk Palestina dalam konferensi pers bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Beijing, Kamis 4 Desember 2025. Bantuan itu ditujukan untuk meringankan krisis di Gaza serta mendukung upaya rekonstruksi, disampaikan di tengah kunjungan kenegaraan Macron selama tiga hari ke China.
Pengumuman tersebut menambah dukungan internasional bagi pemulihan Palestina, meski porsinya jauh lebih kecil dibandingkan paket Uni Eropa yang pada April lalu mengumumkan komitmen €1,6 miliar selama tiga tahun.
Xi menyebut China akan bekerja sama dengan Prancis untuk mendorong solusi yang komprehensif, adil, dan berkelanjutan terhadap masalah Palestina sesegera mungkin.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyampaikan apresiasi melalui surat resmi kepada Xi. Ia menyebut bantuan itu sebagai wujud sikap prinsipil China dalam mendukung keadilan bagi rakyat Palestina serta mencerminkan solidaritas kemanusiaan di tengah kondisi “agresi dan penderitaan yang belum pernah terjadi sebelumnya”. Abbas juga menekankan konsistensi Beijing dalam memperjuangkan hak-hak Palestina di forum internasional.
China dalam beberapa tahun terakhir memposisikan diri sebagai aktor mediasi di Timur Tengah. Pada Juli 2024, Beijing menjadi tuan rumah pembicaraan rekonsiliasi antara Hamas dan Fatah yang melahirkan Deklarasi Beijing.
Negara itu juga telah menyalurkan dana US$3 juta kepada UNRWA pada Agustus 2024 dan secara rutin menyuarakan solusi dua negara berdasarkan perbatasan 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina.
Pengumuman dukungan untuk Palestina muncul bersamaan dengan agenda bilateral yang lebih luas antara Xi dan Macron. Keduanya membahas perdagangan, perang Ukraina, serta ketidakseimbangan ekonomi global.
Data resmi China menunjukkan perdagangan bilateral dengan Prancis mencapai US$68,75 miliar dalam sepuluh bulan pertama 2025, naik 4,1 persen secara tahunan. Investasi dua arah juga dilaporkan telah melampaui US$27 miliar.
Sejumlah perjanjian baru ditandatangani, termasuk kerja sama energi nuklir, pertanian, pendidikan, hingga perlindungan lingkungan. Kedua pemimpin turut membahas perluasan kolaborasi di sektor kecerdasan buatan, ekonomi hijau, dan biomedis. Dalam laporannya, beberapa media Prancis menyebut Macron juga mendorong Xi agar memainkan peran lebih besar dalam upaya mengakhiri perang di Ukraina.

0Komentar