![]() |
| Skema bonus atlet SEA Games 2025 masih dikaji Kementerian Keuangan. | Arsip Kemenpora |
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengonfirmasi bahwa skema bonus bagi atlet peraih medali SEA Games 2025 Thailand masih dalam tahap peninjauan Kementerian Keuangan. Peninjauan mencakup besaran bonus untuk medali emas, perak, dan perunggu, serta mekanisme pembagiannya. Hal itu disampaikan Erick pada Jumat (26/12).
Penelaahan dilakukan menyusul janji Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya menyampaikan rencana pemberian bonus Rp1 miliar untuk setiap atlet peraih medali emas. Namun, realisasi kebijakan tersebut masih menunggu persetujuan dan penetapan resmi dari Kementerian Keuangan.
Erick menjelaskan Kementerian Pemuda dan Olahraga telah mengajukan usulan skema bonus sesuai arahan Presiden. Saat ini, pemerintah masih menghitung angka final sebelum disampaikan secara resmi.
“Ya memang kami sedang tadi saya sampaikan mengajukan sesuai instruksi Presiden kepada pihak yang berwenang yaitu Menteri Keuangan. Mudah-mudahan satu atau dua hari ini kami kirimkan angka-angkanya,” kata Erick, seperti dikutip Antara, Sabtu (27/12/2025).
Sebelumnya, Presiden Prabowo menjanjikan bonus Rp1 miliar bagi peraih emas saat pelepasan kontingen Indonesia di Istana Negara pada 5 Desember 2025. Nominal tersebut meningkat dibandingkan bonus SEA Games Kamboja 2023 yang sebesar Rp500 juta. Meski demikian, pemerintah membuka ruang penyesuaian dalam penerapannya.
Menurut Erick, besaran bonus tidak akan disamaratakan karena mempertimbangkan jenis nomor pertandingan, baik perorangan, berpasangan, maupun beregu. Karena itu, rincian nilai yang akan diterima atlet masih menunggu hasil kajian Kementerian Keuangan.
“Masih dikaji karena tentu ada perbedaan antara nomor perorangan, ganda, dan beregu,” ujar Erick dalam kesempatan terpisah.
Di sisi lain, Indonesia mencatat capaian signifikan pada SEA Games 2025 Thailand dengan mengoleksi 91 medali emas, 111 perak, dan 131 perunggu. Raihan tersebut melampaui target awal 80 emas dan menempatkan Indonesia di posisi runner-up klasemen akhir, tepat di bawah tuan rumah Thailand, berdasarkan data Kementerian Pemuda dan Olahraga dan sejumlah laporan media nasional.
Besarnya bonus yang dijanjikan pemerintah juga menjadi sorotan di kawasan Asia Tenggara. Sejumlah laporan media, termasuk Republika dan Bisnis Indonesia, menyebutkan bonus emas Indonesia yang mencapai Rp1 miliar atau sekitar US$59.595 menjadi yang tertinggi di antara negara peserta SEA Games 2025.
Sebagai perbandingan, Thailand memberikan bonus sekitar US$9.619 atau setara Rp161 juta, sementara Singapura berada di kisaran US$7.750.
Erick juga memastikan bonus atlet nantinya akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing penerima. Ia mengingatkan atlet agar mengelola bonus tersebut secara bijak.
“Semua nanti langsung ditransfer ke akunnya masing-masing. Nah kami juga mohon kepada anak-anak saya, adik-adik atlet, benar-benar ditabung. Ini untuk masa depan,” ujar Erick.
Saat ini, pemerintah masih menunggu finalisasi kajian fiskal sebelum mengumumkan skema bonus secara resmi kepada publik dan para atlet nasional.

0Komentar