foto udara yang diambil oleh Antara Foto, menunjukkan daerah yang terdampak parah akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera pada akhir November 2025. | ANTARA FOTO

Banjir dan longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera—Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah menewaskan sedikitnya 836 orang per Kamis (4/12) sore. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan sebanyak 518 orang masih hilang dan 2.600 orang lainnya luka-luka, dengan total penduduk terdampak mencapai 3,3 juta jiwa. 

Tragedi ini juga menimbulkan kerugian ekonomi yang diperkirakan mencapai Rp 32,6 triliun menurut estimasi Bank Mandiri.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menyebutkan bencana tersebut berpotensi memangkas pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 0,08% hingga 0,12%, mengingat kontribusi ekonomi tiga provinsi tersebut mencapai 7,8% terhadap PDB nasional. 

Di sisi lain, Center of Economics and Law Studies (Celios) memperkirakan total kerugian dapat mencapai Rp 68,67 triliun atau setara 0,29% dari Produk Domestik Bruto.

BNPB melaporkan rincian korban meninggal terdiri dari 325 orang di Aceh, 311 orang di Sumatera Utara, dan 200 orang di Sumatera Barat. Sebagian besar wilayah terdampak masih terisolasi karena akses jalan utama rusak dan jembatan ambruk.

Pemerintah mulai mengirimkan bantuan darurat melalui operasi terpadu lintas kementerian. Kementerian Pertanian melepas 207 truk bantuan logistik pada Kamis pagi, berisi bahan pangan dan kebutuhan dasar senilai Rp 34,8 miliar. Pengiriman ini merupakan bagian dari total donasi Rp 75,85 miliar yang dihimpun dari pegawai Kementan, mitra usaha, dan BUMN.

Bantuan mencakup 25 ton beras, 35 ton minyak goreng, 38 ton gula pasir, 1.780 dus susu, serta 2.480 dus air mineral. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa distribusi dilakukan melalui jalur laut menggunakan KRI Banda Aceh dengan pembagian 70 truk untuk Aceh, 70 truk untuk Sumatera Utara, dan 67 truk untuk Sumatera Barat. 

“Kami siapkan cadangan tiga kali lipat dari kebutuhan agar tidak ada satu orang pun kekurangan beras,” ujar Amran dalam keterangannya.

Sektor energi juga melakukan penyesuaian distribusi. PT Pertamina melalui Pertamina International Shipping mengalihkan pengiriman BBM dan LPG ke jalur laut dan udara setelah akses darat terputus di sejumlah titik. 

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan pasokan energi tetap terjaga serta meminta SPBU di wilayah terdampak beroperasi selama 24 jam untuk mendukung penanganan darurat. Pertamina sejauh ini telah menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp 5,4 miliar.

Untuk menjaga aktivitas ekonomi daerah terdampak, pemerintah menyiapkan relaksasi kredit bagi pelaku UMKM. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan skema restrukturisasi dan penghapusan kredit macet akan diberikan otomatis mengacu pada Peraturan OJK Nomor 19 Tahun 2022.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan BNPB masih memiliki dana siap pakai sekitar Rp 500 miliar dan akan menambah alokasi bila diperlukan. Purbaya menjelaskan pemulihan ekonomi kuartal IV-2025 diproyeksikan masih dapat bertahan di atas 5,5%.

Pemerintah juga mempercepat perbaikan infrastruktur dasar. Tower listrik bertegangan tinggi ditargetkan kembali beroperasi pada 5 Desember 2025. Selain itu, Telkom telah menurunkan 2.498 personel untuk mempercepat perbaikan jaringan telekomunikasi yang lumpuh di banyak lokasi.