Presiden Rusia Vladimir Putin (Kanan) berjabat tangan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam sebuah pertemuan di Sochi, Rusia, 23 Agustus 2017. | Sputnik/Alexei Nikolsky/Kremlin via REUTERS


Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengadakan percakapan telepon pada Sabtu untuk membahas sejumlah isu utama di Timur Tengah, termasuk implementasi gencatan senjata Gaza, program nuklir Iran, dan situasi keamanan di Suriah. Informasi tersebut disampaikan Kremlin dalam keterangan resminya.

Menurut pernyataan Kremlin, kedua pemimpin melakukan “pertukaran pandangan yang menyeluruh” terkait perkembangan terbaru di Gaza, menyusul kesepakatan gencatan senjata yang diberlakukan sejak 10 Oktober. Kesepakatan tersebut mencakup pertukaran tahanan dan penarikan sebagian pasukan Israel dari wilayah tertentu di Gaza.

Percakapan ini terjadi di tengah laporan pelanggaran gencatan senjata. Sejumlah sumber internasional seperti Al Jazeera menyebutkan Israel telah melanggar perjanjian itu setidaknya 282 kali dalam periode 10 Oktober hingga 10 November, sementara laporan Reuters sebelumnya merinci poin-poin teknis perjanjian yang masih dipersoalkan di lapangan.

Selain Gaza, Putin dan Netanyahu membahas perkembangan program nuklir Iran. Diskusi itu muncul setelah Iran menyatakan tidak lagi terikat pada Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) sejak ketentuan perjanjian tersebut berakhir pada 18 Oktober. 

Departemen Keuangan Amerika Serikat sebelumnya kembali menjatuhkan sanksi terbaru yang menargetkan program rudal dan drone Iran sebagai bagian dari upaya pembatasan kemampuan militer Teheran.

Dalam isu Suriah, Kremlin menyebut pembahasan mencakup kontribusi untuk stabilisasi lebih lanjut. Suriah masih menghadapi transisi politik dan keamanan setelah Presiden Bashar al-Assad digulingkan pada Desember 2024. Data yang dikutip Security Council Report menunjukkan lebih dari 1.400 warga sipil tewas atau terluka sejak perubahan pemerintahan terjadi.

“Pembicaraan bersifat substantif dan fokus pada situasi aktual kawasan,” kata Kremlin.

Di sisi lain, hubungan Moskwa dan Tel Aviv berada dalam posisi sensitif, mengingat Rusia tetap mempertahankan hubungan dekat dengan Iran dan aktor-aktor militer di Suriah, sementara Israel terus berkoordinasi dengan Amerika Serikat dan sekutu Barat dalam isu-isu keamanan regional.

Hingga saat ini belum ada pernyataan lanjutan dari otoritas Israel mengenai rincian isi pembahasan tersebut. Namun media lokal melaporkan kontak antara kedua pemimpin semakin intens sejak dinamika keamanan kawasan kembali memuncak setelah eskalasi di Gaza dan perubahan politik di Suriah.