![]() |
| PLN gandeng swasta percepat pembangunan SPKLU, target 63.000 unit pada 2030 untuk dukung ekosistem kendaraan listrik nasional. | PLN |
PT PLN (Persero) bersama pemerintah memperluas pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai daerah, termasuk melibatkan sektor swasta dan pemerintah daerah. Hingga November 2025, terdapat sekitar 4.400 unit SPKLU di Indonesia, terdiri dari 2.600 unit milik PLN dan sisanya dibangun swasta. Langkah ini diproyeksikan mempercepat pembentukan ekosistem kendaraan listrik nasional menuju target 2030.
Dalam forum detikcom Leaders Forum di Jakarta yang ditayangkan Jumat, 14 November 2025, EVP Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Retail PLN, Joni, menyebut pembukaan kemitraan dilakukan untuk mengejar kebutuhan infrastruktur kendaraan listrik yang terus meningkat.
“Tentu keterlibatan pihak swasta sangat kita harapkan. Karena itu kami mempunyai skema-skema kerja sama yang memberikan insentif bagi swasta yang ingin ikut bermain di bisnis SPKLU ini,” ujarnya dalam kegiatan tersebut.
Menurut proyeksi pemerintah, satu unit SPKLU idealnya melayani 15 kendaraan listrik. Dengan estimasi sekitar 900.000 kendaraan listrik pada 2030, dibutuhkan sedikitnya 63.000 unit SPKLU di seluruh Indonesia. PLN menyebut sejauh ini telah menambah sekitar 1.500 unit SPKLU sepanjang 2025.
Regulasi distribusi infrastruktur
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 24 Tahun 2025 untuk mengatur skema perluasan pembangunan SPKLU yang lebih merata.
Regulasi tersebut menerapkan rasio wajib pembangunan, termasuk ketentuan 5:1 untuk wilayah Jawa-Bali dengan luar Jawa-Bali, serta 12:1 untuk daerah di luar ibu kota provinsi.
Kepala Balai Besar Survei dan Pengujian Ketenagalistrikan EBTKE, Harris, menjelaskan ketentuan ini bertujuan agar distribusi fasilitas pengisian tidak terkonsentrasi di wilayah padat saja.
Regulasi tersebut juga mewajibkan PLN memprioritaskan pembangunan SPKLU di luar Jawa-Bali serta mewajibkan pelaporan realisasi kepada Menteri ESDM setiap enam bulan sekali.
Akses investasi dibuka
PLN membuka pendaftaran investasi SPKLU melalui sistem daring. Namun, menurut Joni, calon mitra tetap dapat mengunjungi unit layanan PLN terdekat untuk pendampingan proses administrasi.
Selain SPKLU untuk mobil listrik, PLN turut menawarkan peluang kerja sama untuk pembangunan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) yang kini berjumlah sekitar 1.900 titik secara nasional.
PLN menyebut insentif kemitraan, skema bagi hasil, serta dukungan teknis akan menjadi bagian dari strategi menarik minat investor daerah maupun pelaku industri energi.

0Komentar