![]() |
| Foto: Jalan Jenderal Sudirman, salah satu jalan protokol utama di Jakarta, yang menjadi pusat aktivitas bisnis dan transportasi ibu kota. | Apluswire/Alia Farah |
Dua survei terbaru menunjukkan penguatan persepsi keamanan di Indonesia dan meningkatnya kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Gallup melalui Global Safety Report 2025 dan survei Litbang Kompas yang diberitakan sejumlah media dalam beberapa pekan terakhir sama-sama mencatat tren positif terkait rasa aman dan kinerja aparat keamanan nasional.
Dalam laporan Gallup, Indonesia memperoleh skor 89 dalam indeks Law and Order, menempatkannya dalam kategori Very High Safety—setara dengan Hong Kong dan Taiwan serta berada di atas Jepang, Korea Selatan, Kanada, dan Inggris.
Sebanyak 83% responden menyatakan merasa aman berjalan sendirian pada malam hari di lingkungan tempat tinggalnya. Survei dilakukan sepanjang 2024 mencakup 144 negara dengan lebih dari 145.000 responden berusia 15 tahun ke atas.
Indikator yang digunakan Gallup meliputi tingkat kepercayaan terhadap kepolisian, pengalaman menjadi korban kejahatan, hingga rasa aman individu dalam aktivitas sehari-hari. Angka ini tercatat lebih tinggi dibanding rata-rata global, yakni 73%.
Di sisi lain, survei Litbang Kompas yang dirilis ke publik mencatat peningkatan penilaian masyarakat terhadap Polri. Beberapa pemberitaan menyebut tingkat kepercayaan publik mencapai 76,2%,
sementara liputan lain menyebut citra positif Polri berada di level 65,7%. Meski angka berbeda, tren persepsi publik dianggap bergerak naik dibanding periode sebelumnya.
Litbang Kompas dalam rangkuman hasil surveinya menyebut publik menilai layanan kepolisian kini lebih responsif, merata, dan dirasakan lebih adil. Selain itu, aspek perlindungan data pribadi dan kerahasiaan laporan publik disebut menjadi salah satu faktor yang diapresiasi masyarakat.
“Peningkatan kepercayaan publik merupakan bagian dari evaluasi kinerja institusi dan komitmen kami menjalankan pelayanan yang humanis,” ujar seorang pejabat Polri dalam pernyataan tertulis.
Gallup dalam laporannya menyebut rasa aman publik berkorelasi dengan stabilitas sosial serta kepercayaan terhadap institusi negara. Meski demikian, laporan ini menekankan bahwa angka tersebut menggambarkan persepsi masyarakat, bukan data kriminalitas faktual.
Kedua survei tidak merinci variasi persepsi berdasarkan wilayah, kelompok usia, atau gender. Sejauh ini, informasi lengkap mengenai metodologi survei Litbang Kompas, termasuk jumlah responden, pembobotan, dan margin kesalahan belum sepenuhnya dipublikasikan secara terbuka.
Sementara itu, beberapa analis menilai masih terdapat aspek yang perlu diperiksa lebih rinci, termasuk apakah tren kenaikan persepsi keamanan ini merata di kota besar, kawasan pinggiran, hingga wilayah terpencil.

0Komentar