Presiden Prabowo Subianto dipastikan bakal hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) yang akan digelar di Korea Selatan pada 31 Oktober hingga 1 November 2025.
Kehadiran Prabowo di forum ekonomi terbesar kawasan Asia-Pasifik ini menjadi kelanjutan dari rangkaian diplomasi regional setelah sebelumnya sukses memperkuat kemitraan strategis ASEAN lewat sejumlah pertemuan tingkat tinggi di Kuala Lumpur, Malaysia.
Langkah tersebut mencerminkan posisi aktif Indonesia dalam menjaga stabilitas dan memperkuat integrasi ekonomi kawasan di tengah dinamika geopolitik global yang makin rumit.
Pemerintah menegaskan, fokus utama Indonesia di forum APEC nanti adalah memperdalam kerja sama ekonomi yang inklusif, serta memperkuat rantai pasok dan transisi energi bersih.
Dalam KTT ke-28 ASEAN–Jepang yang berlangsung pada 26 Oktober 2025 di Kuala Lumpur, Presiden Prabowo menegaskan bahwa hubungan kedua pihak selama lebih dari lima dekade tetap menjadi jangkar kokoh bagi perdamaian dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik.
“Sekarang adalah saatnya untuk mewujudkan prinsip-prinsip bersama kita melalui kerja sama yang bermakna dan benar-benar memberi manfaat bagi rakyat kita,” ujar Prabowo dalam pertemuan tersebut.
Kepala Negara juga menyampaikan apresiasi kepada Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, perempuan pertama yang memimpin Negeri Sakura, atas kepemimpinan dan komitmennya di forum internasional.
“Beliau menguasai persoalan utama dan menunjukkan kepemimpinan yang kuat,” kata Prabowo.
Selain isu politik dan keamanan, pertemuan ASEAN–Jepang juga menyoroti penguatan kerja sama ekonomi melalui ASEAN–Japan Comprehensive Economic Partnership serta Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Indonesia mendorong agar kedua kesepakatan tersebut dijalankan secara efektif untuk memperluas akses pasar dan mempercepat pemulihan ekonomi kawasan.
Masih di Kuala Lumpur, negara-negara ASEAN juga mencapai kesepakatan bersejarah lewat penandatanganan The Second Protocol to Amend the ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA Upgrade) pada 26 Oktober 2025.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut kesepakatan ini menandai komitmen baru ASEAN untuk membangun sistem perdagangan yang modern, inklusif, dan berkelanjutan.
“ATIGA Upgrade membawa perubahan besar, mulai dari perdagangan berwawasan lingkungan, penguatan UMKM, peningkatan konektivitas rantai pasok, hingga mekanisme penyelesaian sengketa dagang yang lebih efisien,” ujar Budi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (26/10).
Indonesia, menurutnya, juga berhasil mempertahankan protokol khusus untuk beras dan gula, yang dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga dua komoditas strategis tersebut.
Pada tahun 2024, perdagangan intra-ASEAN tercatat mencapai 823,1 miliar dolar AS, atau sekitar 21,4 persen dari total perdagangan kawasan, menunjukkan besarnya potensi integrasi ekonomi antarnegara anggota.
Serangkaian agenda diplomatik ini mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu motor penggerak kerja sama ekonomi dan politik di Asia Tenggara. Setelah menyelesaikan pertemuan di Malaysia, Prabowo dijadwalkan langsung terbang ke Korea Selatan untuk menghadiri KTT APEC yang akan mempertemukan para pemimpin dari 21 ekonomi utama di kawasan.
Isu yang diperkirakan jadi sorotan dalam forum APEC nanti meliputi pemulihan ekonomi global, digitalisasi perdagangan, serta penguatan ketahanan rantai pasok dan energi bersih, yang menjadi agenda prioritas Indonesia di kancah internasional.

0Komentar