![]() |
| BEM SI Gelar Demo "Indonesia (C)emas 2025" di Patung Kuda, Ribuan Mahasiswa Protes Kebijakan Pemerintah yang Dinilai Tak Pro-Rakyat. (ANTARA FOTO) |
Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Jakarta turun ke jalan dalam aksi bertajuk “Indonesia (C)emas 2025” di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (28/7) siang. Aksi yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) ini digelar mulai pukul 14.00 WIB dengan estimasi massa antara 500 sampai 1.000 orang.
Mereka memprotes sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak pada rakyat, mulai dari revisi Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RKUHAP) hingga kebijakan perdagangan yang dianggap merugikan.
Isu lain yang menjadi sorotan mencakup penulisan ulang sejarah oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon, peradilan militer di Universitas Riau, pengadaan batalyon di Aceh, serta kebijakan terkait minerba, UU TNI, dan larangan rangkap jabatan bagi pejabat negara.
BEM SI menyebut aksi ini sebagai langkah kolektif mahasiswa untuk mendesak pembatalan kebijakan yang mereka anggap menekan kepentingan publik.
Koordinator Pusat BEM SI, Muzammil Ihsan, menyatakan bahwa demonstrasi ini sengaja digelar sebagai respons terhadap tren kebijakan yang dinilai semakin jauh dari aspirasi rakyat.
“Benar (ada aksi demo), jam 14.00 di Patung Kuda. Kemungkinan 500–1.000 mahasiswa ikut aksi nasional,” kata Muzammil. “Oleh karena itu inilah saatnya kita melakukan sebuah pergerakan untuk mengawal dan mendorong kebijakan yang tidak pro rakyat untuk dibatalkan,” tambahnya.
Ia juga menegaskan penolakan terhadap pengaburan sejarah dan mendesak peninjauan kembali pasal-pasal bermasalah dalam RKUHAP.
Untuk menjaga ketertiban, Polres Metro Jakarta Pusat bersama Polda Metro Jaya menurunkan 1.489 personel gabungan di lokasi. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, menegaskan bahwa seluruh aparat diminta mengedepankan pendekatan persuasif meski siap bertindak tegas jika situasi tak terkendali.
“Petugas keamanan akan bertindak tegas untuk menjalankan tugas. Kami siap menjaga keamanan dan kedamaian, namun tetap mengedepankan profesionalisme dan sikap persuasif di lapangan,” ujarnya.
Ia juga mengimbau massa aksi agar tidak melakukan tindakan anarkis, perusakan fasilitas umum, atau provokasi yang bisa memicu kerusuhan.
Sejumlah titik di sekitar Monas diprediksi mengalami kepadatan lalu lintas imbas demonstrasi ini. Polisi sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan, sekaligus mengimbau masyarakat agar menghindari jalur sekitar lokasi aksi demi kelancaran perjalanan.
Meski pengamanan diperketat, aparat memastikan aksi bisa berlangsung damai selama massa mematuhi aturan.
Aksi BEM SI kali ini dipandang sebagai salah satu bentuk tekanan publik terhadap kebijakan pemerintah, meski bagaimana respons pemerintah terhadap tuntutan mahasiswa ini masih perlu ditunggu.
Bagi banyak mahasiswa, aksi ini bukan sekadar protes, melainkan peringatan agar pemerintah tidak abai pada suara publik di tengah situasi sosial dan ekonomi yang mereka nilai kian menekan.

0Komentar