Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Presiden Tiongkok Xi Jinping berdiri untuk menyanyikan lagu kebangsaan negara mereka selama upacara penyambutan di Balai Besar Rakyat di Beijing pada 14 Mei 2026.(AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)

China untuk pertama kalinya mengungguli Amerika Serikat dalam persepsi publik global di mayoritas negara yang disurvei Pew Research Center. Lembaga riset itu mencatat China kini dipandang lebih positif dibandingkan AS di 25 dari 36 negara dan wilayah yang menjadi sampel survei sepanjang Februari hingga Mei 2026.

Pergeseran tersebut menjadi yang pertama dalam beberapa dekade pelaksanaan survei global Pew. Dua tahun sebelumnya, AS masih unggul jauh atas China dalam tingkat favorabilitas di banyak negara.

Laporan yang dirilis pada 23 Juni itu menunjukkan rata-rata hanya 37% responden memiliki pandangan positif terhadap Amerika Serikat, sedangkan 57% menyatakan pandangan negatif. Citra AS memburuk di 15 dari 24 negara yang memiliki data tren, termasuk penurunan dua digit di Indonesia, Italia, Nigeria, Afrika Selatan, Korea Selatan, dan Turki.

Perubahan itu terjadi pada tahun kedua pemerintahan kedua Presiden Donald Trump, ketika Washington menerapkan kebijakan tarif berskala besar, terlibat konflik militer di Iran, dan menghadapi hubungan yang semakin tegang dengan sejumlah sekutu.

Kepercayaan kepada Xi melampaui Trump

Dalam laporan pendamping yang diterbitkan Rabu, Pew juga menemukan tingkat kepercayaan terhadap Presiden China Xi Jinping kini melampaui kepercayaan terhadap Trump di 22 negara yang disurvei.

Laporan tersebut menyebut Beijing memperoleh keuntungan dari diplomasinya sendiri sekaligus dari reaksi negatif terhadap berbagai kebijakan luar negeri dan perdagangan AS.

Kebijakan tarif Trump tercatat memiliki tingkat persetujuan yang sangat rendah di sejumlah mitra dagang utama, seperti Jerman, Jepang, Korea Selatan, dan Meksiko, dengan dukungan hanya berada pada kisaran satu digit hingga belasan persen.

Kanada ikut bergeser

Perubahan sikap publik juga terlihat di Kanada, salah satu sekutu terdekat AS. Hanya 35% responden Kanada yang kini menilai AS sebagai mitra yang dapat diandalkan, turun tajam dari 83% pada 2022.

Pandangan positif warga Kanada terhadap AS juga merosot dari 54% pada 2024 menjadi sekitar sepertiga pada 2026. Pada saat yang sama, citra positif China di Kanada naik 13 poin sepanjang 2025 hingga menyamai posisi AS.

Perubahan itu beriringan dengan langkah Ottawa yang pada Januari 2026 mencapai kesepakatan dengan Beijing untuk menghapus tarif 100% terhadap kendaraan listrik China. Sebagai imbalannya, China memangkas tarif atas sejumlah ekspor pertanian Kanada.

Persepsi global ikut bergeser

Temuan Pew sejalan dengan survei Gallup yang dipublikasikan pada April lalu. Survei tersebut menunjukkan China melampaui AS dalam tingkat persetujuan terhadap kepemimpinan global pada 2025, dengan median 36% responden menyetujui kepemimpinan China dibandingkan 31% untuk AS. Selisih itu menjadi yang terbesar yang menguntungkan Beijing dalam hampir dua dekade.

Perubahan persepsi juga mulai terlihat di dalam negeri AS. Survei Pew pada Maret 2026 menemukan 27% warga Amerika kini memandang China secara positif, hampir dua kali lipat dibandingkan pada 2023. Jumlah warga yang menyebut China sebagai musuh juga menurun.

Pew menambahkan tidak ada satu pun negara yang disurvei mencatat peningkatan kepercayaan terhadap Trump dalam setahun terakhir.