Menteri Agama RI Nasaruddin Umar. | KEMENTERIAN AGAMA


Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan pemerintah akan membangun Madrasah Terintegrasi di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Rencana itu disampaikan saat ia meninjau lokasi ibu kota baru pada Jumat (20/2/2026) dan bertemu Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono.

Dalam pertemuan tersebut, Kementerian Agama mengajukan permintaan lahan sekitar 21 hektare untuk membangun kawasan pendidikan keagamaan terpadu yang mencakup seluruh jenjang madrasah dalam satu kompleks.

“Insya Allah banyak program Kementerian Agama yang harus segera kita wujudkan di sini, termasuk madrasah terpadu dari RA sampai MA,” ujar Nasaruddin Umar, sebagaimana dikutip dari Suara Jakarta.

Madrasah Terintegrasi itu dirancang menggabungkan Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA) dalam satu kawasan. Pemerintah juga menyiapkan fasilitas pendukung seperti asrama, sarana olahraga, masjid, serta infrastruktur penunjang pembelajaran lainnya.

Basuki Hadimuljono menyatakan Otorita IKN siap menyediakan lahan yang dibutuhkan. Ia menyebut dukungan terhadap pembangunan pendidikan keagamaan menjadi bagian dari pengembangan kawasan yang kini terus dipersiapkan seiring proses pemindahan ibu kota negara.

Rencana pembangunan madrasah tersebut bukan hal baru. Sejak Oktober 2024, Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah bersama Otorita IKN telah membahas tahap awal proyek tersebut.

Pada fase awal, setiap rombongan belajar di jenjang RA direncanakan berisi 15 siswa, MI 28 siswa, serta MTs dan MA masing-masing 24 siswa. Kapasitas keseluruhan diproyeksikan mencapai 1.626 siswa pada 2032.

Kunjungan Menteri Agama ke IKN juga mencakup sejumlah agenda lain. Ia menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Negara IKN dan menekankan peran rumah ibadah tersebut dalam kehidupan masyarakat ibu kota baru.

“Masjid tersebut harus menjadi ‘mercusuar toleransi, simbol pemersatu umat, dan rumah besar untuk kemanusiaan’,” kata Nasaruddin.

Selain itu, ia meninjau pembangunan Gereja Basilika Santo Fransiskus Xaverius yang disebut telah memasuki tahap akhir, serta melihat perkembangan perkantoran pemerintahan, fasilitas kesehatan, dan rumah susun aparatur sipil negara (ASN).

Menurut Nasaruddin, kesiapan infrastruktur di IKN membuka peluang bagi Kementerian Agama untuk memperkuat koordinasi dari pusat hingga daerah tanpa harus terpusat di Jakarta.

Rencana Madrasah Terintegrasi ini menambah daftar pembangunan fasilitas pendidikan di IKN. Sebelumnya, SMA Taruna Nusantara juga telah ditinjau oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming pada akhir 2025 sebagai bagian dari persiapan ekosistem pendidikan di ibu kota baru.