roket Space Launch System (SLS) milik NASA bersama pesawat ruang angkasa Orion di Kompleks Peluncuran 39B, Pusat Antariksa Kennedy, Florida. | NASA/SAM LOTT


Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) melaporkan kemajuan awal dalam latihan wet dress rehearsal kedua untuk misi bulan Artemis 2 setelah proses pengisian bahan bakar roket Space Launch System (SLS) berjalan tanpa memicu alarm kebocoran hidrogen seperti pada uji coba sebelumnya.

Hingga Kamis (19/3), tim peluncuran di Kennedy Space Center, Florida, berhasil mengalihkan tangki hidrogen cair tahap inti ke “mode pengisian ulang”. NASA menyatakan langkah tersebut dicapai tanpa melampaui batas keamanan darat untuk konsentrasi kebocoran hidrogen yang sempat terdeteksi pada latihan pertama.

Latihan yang berlangsung selama sekitar 50 jam ini dimulai pada Senin (16/2). Uji coba tersebut mensimulasikan seluruh rangkaian hitungan mundur, termasuk pengisian lebih dari 730.000 galon hidrogen cair dan oksigen cair bersuhu sangat rendah ke dalam roket SLS.

Target waktu simulasi lepas landas atau T-0 dijadwalkan pukul 20.30 EST pada Kamis (19/2), dengan jendela empat jam yang disediakan untuk menyelesaikan seluruh tahapan latihan.

Direktur Peluncuran Charlie Blackwell-Thompson memberikan “lampu hijau” untuk memulai pemuatan propelan pada pukul 09.35 pagi. Pengisian lambat hidrogen cair dan oksigen cair dimulai sekitar satu jam kemudian, sebelum beralih ke pengisian cepat untuk oksigen cair.

Latihan ini juga menguji kemampuan tim untuk menghentikan dan melanjutkan kembali 10 menit terakhir hitungan mundur, dengan simulasi berhenti pada 30 detik sebelum peluncuran.

Latihan pertama pada 2–3 Februari dihentikan lebih awal setelah sensor mendeteksi kebocoran hidrogen di dekat dasar roket, lokasi propelan dipompa ke tangki tahap inti.

Hidrogen dikenal memiliki molekul yang sangat kecil sehingga mudah menyelinap melalui celah mikroskopis. Karena sifatnya yang sangat mudah terbakar, NASA menerapkan batas keamanan ketat terhadap konsentrasi kebocoran.

Para insinyur kemudian menelusuri sumber masalah ke Tail Service Mast Umbilical, struktur setinggi tiga lantai yang menyalurkan hidrogen cair dari peluncur bergerak ke roket. Dua segel utama pada sistem tersebut diganti, dan filter pada peralatan pendukung darat turut ditukar setelah diduga membatasi aliran hidrogen dalam uji parsial pada 12 Februari.

Keberhasilan fase awal latihan kedua ini menjadi indikasi bahwa perbaikan sistem pengisian bahan bakar berfungsi sesuai rencana.

Jika latihan ini dinyatakan tuntas, NASA dapat memberikan izin peluncuran paling cepat pada 6 Maret. Jendela peluncuran tambahan tersedia pada 7–9 Maret dan 11 Maret.

Artemis 2 dijadwalkan membawa empat astronaut dalam perjalanan sekitar 10 hari mengelilingi bulan sebelum kembali ke Bumi. Misi ini akan menjadi penerbangan berawak pertama ke sekitar bulan sejak berakhirnya program Apollo pada 1972.

Kru Artemis 2 terdiri dari Reid Wiseman sebagai komandan, Victor Glover sebagai pilot, Christina Koch sebagai spesialis misi, serta astronaut Badan Antariksa Kanada Jeremy Hansen.

Koch akan menjadi perempuan pertama yang terbang mengelilingi bulan, sementara Glover akan menjadi astronaut kulit hitam pertama yang menjalani misi tersebut.