Karyawan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dilokasi sumur minyak. | PERTAMINA


PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menemukan cadangan hidrokarbon baru di Sumur Mustang Hitam (MTH)-001 yang berlokasi di Desa Libo Jaya, Kabupaten Siak, Riau. Temuan tersebut dikonfirmasi setelah evaluasi pengeboran dan uji produksi menunjukkan keberadaan minyak di wilayah kerja Blok Rokan.

Penemuan ini diumumkan pada Jumat (16/1/2026). Sumur MTH-001 merupakan sumur eksplorasi yang mulai dibor PHR pada 4 September 2025 menggunakan Rig PDSI 52.3 berkapasitas 750 HP. Pengeboran selesai pada 26 September 2025 dengan kedalaman akhir 6.464 feet measured depth (ftMD) atau 6.351,5 feet true vertical depth sub sea (ftTVDSS).

Secara geologi, sumur tersebut berada di Cekungan South Aman Trough, bagian dari Central Sumatra Basin. Setelah pengeboran rampung, PHR melanjutkan ke tahap uji produksi menggunakan Rig BMS-007 pada periode 5 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026.

Hasil pengujian mengindikasikan potensi kandungan minyak dari play baru dengan perangkap stratigrafi pada Formasi Pematang URB dan Formasi Menggala. Temuan ini menegaskan keberadaan hidrokarbon pada dua formasi tersebut.

Vice President Exploration PHR Regional 1, Suprayitno Adhi Nugroho, menyampaikan bahwa meski laju produksi awal masih relatif rendah, penemuan ini membuka peluang pengembangan lanjutan. 

“Sumur MTH-001 telah mengonfirmasi keberadaan hidrokarbon pada Formasi Menggala dan Formasi Pematang URB. Discovery ini membuka peluang pengembangan lebih lanjut melalui intervensi sumur serta evaluasi interval lain yang belum diuji,” ujar Suprayitno.

Temuan di Mustang Hitam menambah portofolio eksplorasi PHR di Blok Rokan, salah satu wilayah kerja migas paling produktif di Indonesia yang menyumbang sekitar 24% produksi minyak nasional. Saat ini, PHR masih melakukan kajian lanjutan untuk menghitung potensi sumber daya dan cadangan, sekaligus menyusun skema pengembangan yang paling sesuai.

Sejalan dengan itu, tim eksplorasi dan pengembangan PHR tengah menyiapkan skenario Produksi Awal (POPE) agar hasil penemuan dapat segera dimonetisasi dengan memanfaatkan fasilitas yang telah tersedia.

Dari sisi infrastruktur, Sumur MTH-001 berada sekitar 3 kilometer dari Lapangan Oki, 4 kilometer dari Lapangan Kokoh, dan sekitar 6 kilometer dari Gathering Station Libo. Kedekatan dengan fasilitas eksisting tersebut membuka peluang efisiensi pengembangan melalui integrasi sarana produksi.

PHR menilai temuan ini menunjukkan bahwa wilayah kerja yang telah tergolong mature masih menyimpan potensi eksplorasi, khususnya melalui optimalisasi interpretasi data dan evaluasi ulang potensi bawah permukaan di Central Sumatra Basin.