Vietnam bahas kerja sama semikonduktor dengan industri chip AS dalam pertemuan dengan SIA di Washington untuk perluasan investasi, SDM, dan transfer teknologi. | AFP/Andrew Harnik

Menteri Perindustrian dan Perdagangan Vietnam Nguyen Hong Dien bertemu dengan Asosiasi Industri Semikonduktor Amerika Serikat (SIA) pada 13 November 2025 di Washington, DC. Pertemuan tersebut membahas perluasan kerja sama di sektor semikonduktor, termasuk SDM, investasi, dan transfer teknologi, di saat kedua negara tengah merampungkan negosiasi perjanjian perdagangan resiprokal.

Pertemuan yang dipimpin Presiden dan CEO SIA John Neuffer itu mempertemukan eksekutif senior dari sejumlah produsen chip besar AS. Agenda diskusi menyoroti posisi Vietnam sebagai pemain yang kian penting dalam rantai pasokan global serta peluang percepatan investasi di tengah diversifikasi industri semikonduktor internasional.

Neuffer dalam keterangan yang dikutip media pemerintah Vietnam menyebut Vietnam sebagai “mata rantai sangat penting dalam rantai pasokan industri semikonduktor global,” serta menilai sikap proaktif pemerintah Vietnam melalui strategi nasional semikonduktor sebagai sinyal positif bagi industri.

Strategi dan target jangka panjang

Dien memaparkan strategi pengembangan industri semikonduktor Vietnam yang sebelumnya telah disahkan melalui Decision No. 1018/QĐ-TTg. Strategi itu mencakup target pendapatan industri lebih dari US$25 miliar pada 2030 dan berkembang menuju US$100 miliar pada 2050.

Strategi tersebut dibagi dalam tiga fase:

Fase pertama (2024–2030) fokus pada pembangunan fondasi riset, desain, serta perluasan fasilitas assembly, test, and packaging (ATP). 

Fase kedua (2030–2040) menargetkan peningkatan kapasitas produksi dan R&D domestik, sementara 

fase ketiga (2040–2050) ditujukan untuk menjadikan Vietnam sebagai pusat riset dan manufaktur chip tingkat lanjut.


Dalam fase awal, pemerintah menargetkan pelatihan lebih dari 50.000 insinyur. Pada tahap berikutnya, jumlah tersebut diproyeksikan meningkat hingga lebih dari 100.000 tenaga terampil.

“Vietnam siap memperluas kemitraan di seluruh rantai nilai semikonduktor, termasuk desain chip, riset, dan produksi,” ujar Dien dalam pernyataan tertulis.

Perwakilan perusahaan semikonduktor AS menyampaikan minat memperluas kolaborasi dengan kementerian, institusi pendidikan, serta perusahaan lokal Vietnam. Mereka menilai kepastian regulasi dan arah kebijakan industri sebagai faktor penting dalam pengambilan keputusan investasi.

Vietnam saat ini menyiapkan skema pendanaan melalui Investment Support Fund (ISF) untuk mendukung investor teknologi tinggi, termasuk insentif fiskal serta dukungan regulasi. Pemerintah juga mempertimbangkan fleksibilitas regulasi untuk teknologi strategis guna memfasilitasi transfer teknologi dan riset bersama.

Momentum investasi dan tantangan

Data pemerintah menunjukkan lebih dari 170 proyek investasi asing telah masuk ke sektor semikonduktor tahun ini dengan komitmen modal sekitar US$11,6 miliar. Beberapa perusahaan global seperti Intel, Samsung, Amkor, dan Foxconn sudah mengoperasikan fasilitas manufaktur dan pengemasan chip di Vietnam.

Di sisi lain, sejumlah analis mencatat Vietnam masih menghadapi tantangan infrastruktur, terutama kebutuhan energi dan peningkatan kapasitas SDM untuk riset tingkat lanjut. 

Sejumlah pemangku kebijakan menilai penguatan jaringan listrik dan peningkatan kualitas pendidikan teknik menjadi syarat penting agar investasi tidak hanya terfokus pada fase hilir seperti packaging dan testing.

Kaitan dengan negosiasi dagang AS–Vietnam

Pertemuan ini digelar bertepatan dengan putaran teknis negosiasi perjanjian perdagangan bilateral antara Vietnam dan AS. 

Sejumlah media pemerintah Vietnam melaporkan kedua negara menargetkan penyelesaian kerangka kerja perdagangan baru, termasuk pengaturan tarif dan aturan teknologi sensitif, dalam beberapa bulan ke depan.

“Pembahasan masih berlangsung dan berjalan konstruktif,” kata salah satu pejabat delegasi Vietnam yang mengikuti pertemuan teknis.