![]() |
| Perakitan Ford F-150 di pabrik Dearborn Truck. | Ford Motor Company |
Ford tengah mengevaluasi rencana membangun pabrik perakitan kendaraan di Indonesia melalui mitra bisnisnya, RMA Indonesia. Kajian internal sudah berjalan dan fasilitas produksi diperkirakan mulai beroperasi sekitar 2027.
Jawa Barat menjadi lokasi yang sedang dibahas dalam tahap eksplorasi. Rencana ini muncul karena seluruh model Ford yang dipasarkan saat ini masih diimpor dari Thailand.
Menurut RMA Indonesia, peluang pembangunan pabrik lokal berkaitan dengan strategi memperluas lini kendaraan dan efisiensi biaya produksi.
Saat ini Ford memasarkan tiga model utama di Indonesia, yakni Everest, Ranger, dan Mustang, semuanya berstatus CBU. Ford juga menyiapkan dua model baru, termasuk Territory, dan menargetkan penambahan lima diler pada 2025.
Sejauh ini Ford belum memberikan pernyataan resmi mengenai detail proyek. Bisnis.com melaporkan Ford masih bungkam soal finalisasi pabrik tersebut.
RMA Indonesia juga menyebut perusahaan masih memantau perkembangan pasar terkait elektrifikasi kendaraan. “Kami melihat perkembangan segmen EV, tetapi belum ada keputusan,” kata Country Manager RMA Indonesia dalam wawancara terpisah.
Data wholesales hingga Oktober 2025 menunjukkan penjualan Ford masih terbatas, hanya 633 unit menurut laporan The Star. Volume pasar yang kecil serta regulasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) disebut sebagai faktor yang ikut memengaruhi keputusan investasi.
Dari sisi kebijakan, pemerintah memberikan relaksasi TKDN untuk menarik investasi otomotif, terutama bagi pabrikan yang berencana memproduksi lokal. Jika rencana pabrik berjalan, Ford diperkirakan dapat memperkuat daya saing harga dan memperluas rantai pasok manufaktur otomotif nasional.
Di sisi lain, fokus global industri yang semakin mengarah ke kendaraan listrik menjadi tantangan bagi pabrikan konvensional yang belum memiliki komitmen EV di pasar domestik. Hingga kini belum ada informasi bahwa Ford akan merakit kendaraan listrik di Indonesia.
Pemerintah dan pelaku industri melihat potensi lapangan kerja, peningkatan investasi, serta kontribusi terhadap ekosistem manufaktur jika pabrik tersebut terealisasi. Namun, keputusan akhir masih menunggu hasil pembahasan internal Ford dan mitra bisnisnya.

0Komentar